Cerita Warga Cisarua usai Bencana: Kampung Halamannya Dilanda Longsor, Petani Dijadikan 'Kambing Hitam'

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:43 WIB
Menyoroti penuturan pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua yang wilayahnya terdampak bencana longsor. (Instagram.com/@aisyahbertani)
Menyoroti penuturan pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua yang wilayahnya terdampak bencana longsor. (Instagram.com/@aisyahbertani)

"Petani tidak memiliki banyak pilihan. Untuk hidup sejahtera, idealnya seorang petani membutuhkan sekitar 2 hektar lahan," tuturnya.

Baca Juga: Kronologi Lengkap versi Sekolah usai 118 Siswa SMAN 2 Kudus Alami Keracunan Diduga Akibat Menu MBG yang Tak Layak Konsumsi

Aisyah mengatakan, pada kenyataannya, di Desa Pasirlangu, Cisarua, jika luas lahan dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka rata-rata kepemilikan tanah hanya sekitar 0,3 hektar.

"Banyak petani tidak memiliki lahan sama sekali," terang Aisyah.

"Meskipun alih fungsi lahan bukan faktor utama, kejadian longsor yang terjadi pada 24 Januari lalu, tetap berpotensi mengalami longsor akibat kurangnya resapan air," tutupnya.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X