JURNALMETROPOLITAN.com - Sebuah unggahan viral di media sosial, yakni satu unit motor Yamaha Fiz R yang terbakar di depan SPBU di Jalan Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang.
Motor tersebut terbakar setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU tersebut.
Insiden motor kebakaran ini viral usai keluhan adanya dugaan petugas SPBU yang menolak memberi bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Baca Juga: Hadiri Milad ke-30 Yayasan Ummul Quro, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Kolaborasi Pendidikan Unggul
Video tersebut viral dengan menyebut bahwa petugas beralasan harganya yang mahal dan harus seizin manager.
Pemilik Motor dan Pihak SPBU Bermediasi Damai
Usai kejadian tersebut viral di media sosial, mediasi pun telah dilakukan oleh pemilik motor, Chiko Relisvano dengan pihak SPBU dan Pertamina pada Minggu, 5 April 2026.
Mediasi tersebut dilakukan di SPBU terkait yang turut dihadiri oleh Polsek Candisari.
Saat mediasi, Chiko menjelaskan kronologi awal saat kejadian kebakaran.
Baca Juga: Hadiri Tausiyah Kebangsaan, Ketua DPRD Bogor Ajak Perkuat Silaturahmi
Pemuda berusia 20 tahun itu mengungkapkan bahwa motornya sudah kehabisan bensin di Simpang Lima dan mengisi Pertamax sejumlah Rp30 ribu di SPBU Sriwijaya.
“Distater dia (motor) keluar percikan api. Habis itu saya minta tolong temen saya buat ambil air,” ucap Chiko, dikutip dari unggahan Instagram @feedgramindo pada Senin, 6 April 2026.
Artikel Terkait
Sebelum Insiden Kebakaran Besar di SPBE Cimuning, Warga Sempat Rekam Penampakan Asap Pekat yang Penuhi Ruas Jalan Cinyosog
Usai Insiden Kebakaran di SPBE Cimuning, Ada Mushola yang Tetap Berdiri Kokoh Meski Area Sekitarnya Ludes Terbakar
Beredar Video Kebakaran Motor di SPBU Candisari Semarang, Petugas Pom Diduga Baru Pinjamkan APAR saat Kendaraan Hangus