Viral Cerita Sopir Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Bakal Diteriaki Maling kalau Tak Beri Uang

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 11 April 2026 | 20:15 WIB
Viral dugaan pemalakan pada sopir bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (TikTok/itsmeauntr)
Viral dugaan pemalakan pada sopir bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (TikTok/itsmeauntr)

“Kalau nggak dikasih ya kayak tadi, mau diteriakin maling. Ini juga pecah karena ditonjok,” aku sopir bajaj sambil menunjuk bagian kaca depan yang terlihat retak.

Ia juga memperlihatkan bagian pintu yang mulai rusak karena turut jadi sasaran preman.

“Bukannya saya nggak berani ngelawan, saya nyari makannya di situ,” tuturnya lagi.

Menuai Kecaman dan Keprihatinan Warganet

Video yang kini telah diputar lebih dari 200 ribu kali penayangan itu ramai komentar dari warganet dengan lebih dari 1.000 komentar.

Beberapa komentar dari warganet mengungkapkan keprihatinan karena praktik pemalakan yang terus berulang.

“Gila banget Rp100.000, zaman sekarang orang naik bajaj aja udah jarang,” tulis akun @san********_

Baca Juga: Dedie Rachim Tekankan Peserta Pelatihan Tokutei Ginou Manfaatkan Kesempatan Bekerja di Jepang

“Itu pemerintah daerahnya gimana ya?” Tulis akun @the********s

“Gue pernah liat, gue pikir bayar parkir Rp2.000 sampai Rp5.000, ternyata sampai Rp100.000??” tulis akun @vvt****s

“Duh, penghasilan mereka pun belum tentu bisa dapet Rp100 ribu per hari,” tulis akun @dil****9

Sebelumnya, media sosial juga ramai dengan aksi preman memecahkan mangkuk milik pedagang bakso di wilayah Kampung Bali, Tanah Abang.

Pria tersebut mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso dan memulai aksinya dengan memukul-mukul mangkuk itu hingga pecah berserakan di tanah.

Videonya viral di media sosial pada Jumat, 10 April 2026 dan aksinya dengan modus uang keamanan Rp100.000.

Baca Juga: Terima Audiensi, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak HMI Bersinergi Bangun Ekonomi Kota

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X