Perihal itu, SMAN 1 Ciemas menilai upaya pembagian MBG yang dibebankan kepada para guru dapat mengganggu waktu operasional pendidikan di sekolah.
"Dan tidak termasuk dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pendidik atau tenaga kependidikan," begitu tertulis dalam surat tersebut.
Distribusi Jadi Tanggung Jawab SPPG
Kemudian, terdapat poin mengenai asas tanggung jawab operasional bagi SPPG terkait.
"Pihak SPPG selaku pelaksana teknis bertanggung jawab penuh atas rantai pasok hingga ke titik akhir (siswa penerima manfaat)," tegas SMAN 1 Ciemas.
"Kewajiban sekolah semestinya terbatas pada penyediaan ruang atau akses, bukan sebagai eksekutor distribusi," sambungnya.
Muncul Tudingan: Guru Ambil Jatah MBG
Hal yang tak kalah menarik perhatian publik, yakni terkait adanya tudingan guru di sekolah tersebut yang mengambil jatah MBG bagi para siswa.
"Munculnya polemik dan tuduhan tidak berdasar dari masyarakat terkait transparansi jatah makanan siswa yang tidak hadir," terangnya.
Hal itu dinilai telah mencederai martabat profesi guru dan menciptakan risiko sosial serta hukum yang tidak perlu bagi para pendidik di SMAN 1 Ciemas.
Atas dasar pertimbangan itu, kini pihak sekolah mengambil sikap tegas atas pelaksanaan distribusi MBG dari SPPG Al-Mubarokah.
Minta SPPG Punya Tim Mandiri
Dalam pernyataan keberatan yang tertuang pada surat permohonan itu, disebutkan, pihak sekolah menyatakan keberatan apabila beban kerja distribusi MBG diberikan kepada para guru dan staf sekolah.
Artikel Terkait
Kronologi Pegawai SPPG Cendekia Waskita di Sumenep Diduga Berjoget Tak Etis di Dapur MBG, Aksi Sawer Duit Tuai Kritik
Ditegur Tidak Mempan, Viral Guru Ungkap Cara Jitu Kepala Sekolah agar SPPG Perbaiki Kualitas MBG
Viral! Mobil MBG di Indramayu Diduga Tabrak Balita, Pemilik SPPG Pastikan Tak Ada Insiden Serius yang Terjadi