Ditegur Tidak Mempan, Viral Guru Ungkap Cara Jitu Kepala Sekolah agar SPPG Perbaiki Kualitas MBG

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 11 April 2026 | 09:50 WIB
Foto ilustrasi tumpukan ompreng MBG yang siap dibagikan oleh SPPG kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)
Foto ilustrasi tumpukan ompreng MBG yang siap dibagikan oleh SPPG kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Lebih dari setahun berjalan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan berbagai pihak.

Selain operasionalnya, program MBG ini juga kerap kali mendapat kritikan dari sisi pilihan menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berbagai temuan dalam makanannya, seperti belatung atau makanan yang sudah basi sering viral di media sosial karena banyak keluhan yang diunggah oleh penerima manfaat.

Baca Juga: Wamenkop Dorong Koperasi Saling Bekerja Sama Membentuk Jaringan Ekosistem

Kemudian saat momen Ramadan menggunakan menu kering, makanannya pun menjadi sorotan karena dianggap tidak ada kesesuaian dengan harga per porsi hingga mempertanyakan kandungan gizi.

Namun, di tengah permasalahan menu MBG tersebut, viral di platform media sosial Thread tentang seorang guru yang membagikan cara tegas kepala sekolah tempatnya mengajar agar kualitas makanan dari SPPG terus meningkat.

Kepsek Tantang Kepala SPPG Makan MBG

Sebuah akun Thread dengan username @nksrr mengungkapkan bahwa MBG di sekolahnya makin baik usai menegur pihak SPPG.

Baca Juga: Resmi Diterapkan, 1.000 Lebih ASN di Kota Bogor Kerja dari Rumah

Bukan teguran lisan biasa, ia membeberkan bahwa kepala sekolah memberikan tantangan bagi kepala SPPG yang bertugas untuk sekolahnya menghabiskan satu ompreng makanan MBG.

“Menu MBG di sekolahku berangsur meningkat secara kualitas, berkat apa? berkali-kali SPPG tersebut ditegur oleh pihak sekolah kami, yang paling manjur apa? Kepala SPPG-nya diminta datang lalu Kepala Sekolah kami ambilkan 1 ompreng untuk dihidangkan ke yang bersangkutan,” tulisnya dalam unggahan, dikutip pada Jumat, 10 April 2026.

Makanan tersebut harus habis sebelum dibagikan kepada para siswa sebagai penerima manfaat.

“Yang bersangkutan itu diminta untuk menghabiskan saat itu juga, harus habis ditunggu oleh Kepala Sekolah kami di ruang KS! Gokil puas banget, tanpa banyak berkata-kata, hanya butuh sedikit closing statement, idenya brilliant,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X