JURNALMETROPOLITAN.com - Beredar video di media sosial yang memperlihatkan puluhan ompreng makan bergizi gratis (MBG) yang diduga tak layak konsumsi bagi para siswa sekolah di wilayah Tulang Bawang, Lampung.
Sebelumnya diketahui, temuan itu terungkap dalam kegiatan monitoring atau pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, pada Rabu, 8 April 2026.
Terlihat dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Minggu, 12 April 2026, diduga sebagian besar tumpukan ompreng MBG tersebut tidak disentuh para siswa lantaran dinilai sudah kedaluwarsa.
Baca Juga: Drama Muda-mudi di Lampu Merah Sleman: Diduga Wanitanya Ngambek, Lalu Dibalas Aksi Kocak sang Lelaki
"Makanan banyak yang sisa, bahkan tidak sedikit yang tak disentuh siswa," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Lantas, bagaimana sebenarnya temuan paket MBG di sekolah Lampung ini bermula? Berikut ini kronologinya.
Wabup Tulang Bawang: Ini Mubazir
Berdasarkan laporan di lapangan, rombongan pejabat setempat menyoroti tumpukan ompreng MBG tersebut di lokasi kejadian.
Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan yang ikut dalam kegiatan tersebut sontak memanggil para petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
"Coba mana SPPI nya, panggil, ini mubazir (terbuang sia-sia)," kata Hasan di lokasi kejadian.
Bagi yang belum tahu, SPPI merupakan petugas dari Badan Gizi Nasional dan Kemhan, untuk merekrut sarjana sebagai ASN/Komcad yang bertugas memimpin SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
Kronologi Pegawai SPPG Cendekia Waskita di Sumenep Diduga Berjoget Tak Etis di Dapur MBG, Aksi Sawer Duit Tuai Kritik
Ditegur Tidak Mempan, Viral Guru Ungkap Cara Jitu Kepala Sekolah agar SPPG Perbaiki Kualitas MBG
Viral! Mobil MBG di Indramayu Diduga Tabrak Balita, Pemilik SPPG Pastikan Tak Ada Insiden Serius yang Terjadi