JURNALMETROPOLITAN.com - Cerita pilu mengenai salah satu korban kecelakaan KRL line Cikarang yang tertabrak Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur viral di media sosial.
Arinjani Novita Sari merupakan salah satu dari 16 korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan tersebut.
Bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Arinjani berprofesi sebagai auditor yang sering menitipkan motornya di tempat parkir langganan saat pergi bekerja.
Dalam utas yang dibagikan oleh akun X @berlarian, Arinjani selalu menitipkan motornya di tempat usaha parkir milih ayah pembuat utas.
Bahkan, mendiang tak hanya menitipkan motor, tapi juga meninggalkan kuncinya karena sudah menjadi pelanggan sejak lama.
Baca Juga: Pendampingan PKM Unpak Bantu UMKM Kue Basah Naik Kelas
“Dia selalu nitipin motor beserta kuncinya karena udah langganan dari lama. Ini aku sama Bapak lagi antar motornya pulang,” tulisnya dalam utas tersebut, dikutip pada Kamis, 30 April 2026.
Sering Gantian Ambil Motor dengan sang Ayah
Lanjutan utas tersebut juga mengungkapkan bahwa mendiang yang yang kerap dipanggil Arin itu sering bergantian mengambil motor jika dirinya pulang terlalu malam dari Jakarta ke Bekasi.
“Kalau lagi nggak pulang karena urusan kerjaan atau pulang malam, Arin pulang naik taksi,” ujarnya
“Nanti, ayahnya yang ambil motor ke parkiran Bapak biar besok bisa dipakai kerja lagi. Bener-bener anak kesayangan,” lanjutnya.
Mengingat sudah sejak lama menjadi pelanggan parkiran, ia menyebut bahwa ibun Arin sempat mengatakan kalau mendiang sudah seperti anak dari pemilik parkiran karena bertemu setiap hari.
Baca Juga: Bangun Narasi Positif, Pemda dan TNI-Polri Diajak Adaptif Bermedia Sosial
Artikel Terkait
Kronologi Kecelakaan Maut yang Libatkan Truk TNI di Jakbar versi Kadispenad, Pemotor Dilaporkan Hilang Kendali hingga Terjatuh
Kronologi Kecelakaan Truk Boks vs Bus di Madiun, Bermula saat Mobil Parkir Lalu Terhantam pada Area Badan Jalan
Evakuasi Dramatis Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar, Seluruh Korban Ditemukan Tewas pada Puncak Bukit