"Mereka juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan upaya provokasi agar massa yang lebih beringas bisa bergabung atau memicu kemarahan massa lainnya," bebernya.
Sebut Alasan di Balik Pengamanan
Terkait kasus tersebut, Polda Metro Jaya menyebut pihaknya melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan kerusuhan saat demo buruh berlangsung.
Iman menyebut, hal itu khususnya terhadap sejumlah kelompok anarkis atau perusuh yang berupaya menyusup ke dalam aksi buruh di Monas maupun di Gedung DPR RI.
"Dalam rangka menjaga marwah demokrasi dan menjamin hak penyampaian pendapat di muka umum agar dapat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," sebut Iman.
"Maka kami terus berupaya, baik secara preemtif, preventif, maupun represif," tandasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami asal-usul uang tersebut, terkhusus berasal dari seseorang atau kelompok tertentu.(*)
Artikel Terkait
Kaleidoskop DPR 2025: Gejolak Tunjangan dan Gaji Anggota Dewan hingga Demo Akhir Agustus
Beredar Video Kericuhan Demo Korban Banjir di Kantor Bupati Langkat, Diduga Akibat Distribusi Bantuan Tak Merata
Viral Demo di PN Medan, Tuntut Toni Aji Anggoro Bebas dari Vonis Penjara Buntut Kasus Korupsi Profil Desa di Karo Sumut