Respons Menohok BPIP usai Viral Polemik Paskibraka yang Diduga Alami Diskriminasi hingga Gagal Seleksi ke Nasional

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:19 WIB
Menyoroti dugaan kasus diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana dalam seleksi Paskibraka Sulsel 2026. (TikTok.com/@friska_32)
Menyoroti dugaan kasus diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana dalam seleksi Paskibraka Sulsel 2026. (TikTok.com/@friska_32)

 

JURNALMETRPOLITAN.com - Belum selesai sebagian publik di media sosial menyoroti kontroversi pencoretan calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana.

Sebelumnya, Siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar ini disebut-sebut gagal lolos ke tingkat nasional dan posisinya digantikan peserta lain sebagai wakil dari Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal yang tak kalah menyita perhatian, terkait adanya isu yang mengungkapkan adanya dugaan diskriminasi terhadap Cathlyn lantaran bukan berasal dari tanah lokal.

Oleh sebab itu, kontroversi tersebut lantas memicu dugaan adanya ‘peserta titipan’ hingga diwarnai dengan isu diskriminasi dalam proses seleksi Paskibraka pada tingkat Provinsi Sulsel.

Baca Juga: Jejak Panjang Skandal Proyek DJKA, dari OTT KPK di 2023 hingga Eks Direktur Kemenhub Terjerat Dugaan Gratifikasi

Setelah viralnya kasus itu, pihak penyelenggara dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat kini angkat bicara.

Tepis Dugaan Isu Diskriminasi

Secara terpisah, Direktur Penyelenggara Program Paskibraka BIPP Pusat, Fuad Lutfi menampik dugaan diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar tersebut.

Fuad menilai, proses seleksi berlangsung profesional, objektif, dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku.

"Pada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku," kata Fuad dalam keterangan resminya, pada Kamis, 28 Mei 2026.

"Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat," sambungnya.

Soroti Aspek Penilaian Seleksi

Fuad menjelaskan, seleksi Paskibraka tidak hanya menilai satu aspek tertentu, seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata.

Baca Juga: Pengasuh Ponpes di Pekalongan Digeruduk Polisi Buntut Janggalnya Laporan Santriwati yang Hamil Tanpa Pasangan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X