metropolitan

Sebelum Jadi Korban Aniaya, YTR Sempat Ditemukan Menangis di Tempat Kerja karena Cemaskan Harta yang Dibawa Kabur Pacarnya

Senin, 29 Juni 2026 | 11:50 WIB
Menyoroti fakta terkini kasus penganiayaan seorang wanita berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat. (YouTube.com/DennySumargo - Instagram.com/@jabodetabek24info)

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah menggegerkan publik.

Sebelumnya diketahui, keluarga kehilangan kontak sejak 2023, saat korban diduga disekap oleh kekasihnya, TH (30).

Selama 3 tahun, korban diduga dipindahkan dari satu kos ke kos lain di wilayah Cileunyi dan dilarang memegang ponsel oleh terduga pelaku.

Kasus ini terungkap pada Rabu, 10 Juni 2026, setelah keluarga menerima pesan WhatsApp misterius yang mengabarkan korban berada di IGD RSHS Bandung.

Saat ditemukan, kondisi YTR sangat memprihatinkan dengan luka akibat dugaan penyiksaan berkepanjangan hingga mengalami kebutaan permanen.

Terkini, kabar mengejutkan datang dari pengakuan kakak ipar korban, Melanie.

Baca Juga: Terduga Pelaku Aniaya di Bandung Diduga Sempat Layangkan Surat Resign ke Tempat Kerja Korban pada 4 Bulan Lalu

Melanie mengungkap, 5 bulan pertama saat YTR menghilang, dirinya sempat membuat unggahan tentang kehilangan sosok iparnya di akun media sosial.

Unggahan tersebut diketahui sempat dikirimkan melalui salah satu akun organisasi masyarakat (ormas), tempat TH bergabung sebagai anggotanya.

"(Tertulis) telah hilang adik kami bernama itu dibawa kabur oleh laki-laki ini fotonya dipampang," kata Melanie dalam siniar YouTube Denny Sumargo, pada Senin, 22 Juni 2026.

"Saya share di Instagram, Facebook, ramai karena si laki-laki itu anggota salah satu ormas. Kebetulan suami ada kenalan di ormas itu dishare di grup ormas itu," sambungnya.

Hal tak terduga terjadi usai foto tersebut beredar di media sosial, yakni saat YTR tiba-tiba menghubungi suami Melanie yang juga merupakan kakak korban, Arif.

Halaman:

Tags

Terkini