metropolitan

1.500 Peserta Semarakkan Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Tegaskan Pentingnya Mengenal Sejarah Bogor

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:18 WIB
1.500 Peserta Semarakkan Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Tegaskan Pentingnya Mengenal Sejarah Bogor (Dims)

JURNALMETROPOLITAN.com - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Helaran Pajajaran menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenali kembali asal-usul Kota Bogor sekaligus memahami nilai-nilai luhur warisan Kerajaan Pakuan Pajajaran yang menjadi bagian dari identitas daerah.

“Mulai tahun ini kita memulai kegiatan yang namanya Helaran Pajajaran. Karena kita perlu menyadari jati diri kita, dari mana asal usul kita, bagaimana Kota Bogor yang hari ini merayakan ulang tahun ke-544 ini terjadi, dan bagaimana para leluhur kita sudah menyiapkan berbagai kebaikan untuk hari ini maupun masa depan,” ujarnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu (27/6/2026).

Dedie Rachim menjelaskan, memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjadi pijakan dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga: Puncak HJB ke-544, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah di Jalan Jenderal Sudirman

Ia mengatakan bahwa masyarakat Sunda, khususnya Bogor, memiliki falsafah hidup yang diwariskan para leluhur melalui naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian, yakni konsep Tri Tangtu sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan.

“Dalam sejarah yang ditulis dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian, filosofi orang Sunda dan orang Bogor dikenal dengan Tri Tangtu. Yang pertama, Prabu sebagai hukum negara, yang kedua Rama yang menopang adat istiadat serta agama, dan yang ketiga Resi sebagai petunjuk kepada Sang Kuasa,” jelasnya.

Ia menuturkan, nilai-nilai Tri Tangtu telah membentuk karakter masyarakat Bogor yang dikenal santun, menjunjung tinggi adab, serta mengedepankan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia HJB ke-544, Iceu Pujiati, mengatakan bahwa Helaran Pajajaran mengangkat perjalanan Prabu Siliwangi serta perjalanan kepemimpinan Bogor dari masa kerajaan hingga pemerintahan saat ini.

Baca Juga: Puncak HJB ke-544 dan Teatrikal Perjalan Prabu Siliwangi, Dedie Rachim Ingatkan Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

"Melalui penampilan ini kami ingin meneguhkan kembali bahwa Bogor memiliki sejarah panjang sejak masa kerajaan hingga kini dipimpin oleh seorang wali kota. Semangat yang diangkat adalah Bogor Nanjeur menuju Bogor yang semakin maju dan lebih baik," ujarnya.

Helaran ini diikuti sekitar 1.500 peserta yang berasal dari komunitas, sanggar, paguyuban, perangkat daerah, sponsor, instansi, organisasi, dan berbagai unsur lainnya.

Hal lain yang berbeda adalah penampilan dari setiap kecamatan yang lebih memberikan informasi kepada masyarakat mengenai keunggulan dan potensi wilayah masing-masing melalui berbagai tema, yaitu Pamong Kantara, Sang Kriya Juwara, Rantang Panen, Smarakarya Jagat di Buana, Simfoni Budaya, Ketahanan Pangan, dan Kekayaan Alam.

"Semangat itu yang kemudian kami tampilkan untuk menunjukkan kepada masyarakat berbagai potensi yang dimiliki enam kecamatan di Kota Bogor," ujarnya.

Kemeriahan helaran yang mengangkat akar sejarah Bogor ini juga menghadirkan berbagai hiburan bagi masyarakat dan ditutup dengan penampilan Brand Ambassador Oronamin-C, Haruka.

Halaman:

Tags

Terkini

HJB ke-544 Resmi Ditutup oleh Dedie Rachim

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:33 WIB