Dedie juga menyebut, bahwa produsen tempe di Kota Bogor telah menembus pasar ekspor ke 10 negara.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di Kota Bogor yang ternyata memiliki produsen tempe yang sudah mengekspor ke 10 negara,” jelasnya.
Baca Juga: BPJS Hewan Diwacanakan, Francine PSI: Bangun Dulu Minimal 15 Puskeswan
Menurutnya, tempe bukan sekadar makanan sehari-hari, melainkan simbol identitas dan kekuatan bangsa Indonesia.
Ia juga menyoroti pentingnya narasi baru terkait istilah ‘bangsa tempe’ yang dulu sering dianggap merendahkan.
“Tempe adalah simbol kekuatan pangan dan inovasi bangsa yang bisa menjadi produk unggulan Indonesia di mata dunia. Dan semua ini kita rayakan dari Bogor, kota tempat ide Hari Tempe Nasional ini pertama kali digagas.” pungkas Dedie.
Forum ini menegaskan bahwa tempe bukan hanya makanan rakyat, tapi juga warisan budaya bernilai tinggi yang patut dibanggakan di kancah global.(*)
Artikel Terkait
Siapkan Kejuaran Dunia Atletik bagi Berkebutuhan Khusus, Qatar Hadiri Forum Atletik Internasional di Tunisia
Perbaiki Ekosistem Koperasi Kredit di Indonesia, Kemenkop Jalin Kolaborasi dengan Forum GKKI
SesKemenkop: Cooperative Business Forum 2024 Jadi Solusi Koperasi Masuk Rantai Pasok Program MBG