JURNALMETROPOLITAN.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menghapus jembatan timbang yang selama ini digunakan untuk menimbang kendaraan angkutan barang di jalan raya.
Langkah ini diambil karena fasilitas tersebut dinilai sudah tidak efektif dalam menekan pelanggaran truk ODOL (over dimension and overload) serta kerap disalahgunakan untuk pungutan liar.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa pemerintah akan mengganti sistem jembatan timbang dengan teknologi berbasis IT.
Baca Juga: Kemenperin Tangani 10 Aduan Gangguan Suplai Gas HGBT dari Industri
Teknologi itu dikembangkan dengan konsep weight in motion (WIM), yakni alat timbang yang bisa mengukur bobot kendaraan saat melintas tanpa harus berhenti.
Menurut Aan, efektivitas jembatan timbang kini sangat rendah.
Berdasarkan data Kemenhub, hanya sekitar 0,3 persen sopir truk yang benar-benar masuk ke jembatan timbang.
Baca Juga: Lisa Mariana Berniat Surati Ridwan Kamil untuk Tes DNA Ulang di Singapura
Kondisi ini membuat tujuan utama fasilitas tersebut, yakni sebagai gerbang penegakan hukum terhadap kendaraan overload, tidak tercapai.
"Data yang kita dapatkan, hanya 0,3% saja yang masuk ke jembatan timbang. Artinya, efektivitas jembatan timbang saat ini kurang," kata Aan di Kantor Kemenhub pada Kamis 21 Agustus 2025.
Ia menambahkan, sistem baru nantinya akan bekerja mirip seperti kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) milik kepolisian.
Baca Juga: Pembatasan Gas HGBT Mulai Meresahkan, Kemenperin Pantau Langsung Pabrik Keramik yang Rumahkan Ratusan Karyawannya
Kendaraan yang melintas akan otomatis terekam, mulai dari data teknis hingga identitas pemilik.
Jika hasil verifikasi menunjukkan adanya pelanggaran, pemberitahuan akan dikirimkan langsung kepada pemilik kendaraan untuk dikonfirmasi.
Aan menyebut, penggunaan WIM diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus menutup celah praktik pungli.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Minuman yang Dikonsumsi di Pagi Hari Ini Bisa Bantu Bakar Lemak Perut Menurut Ahli Gizi
Melalui sistem ini, kendaraan tidak perlu lagi berhenti di jembatan timbang karena data bobot dan spesifikasinya akan terekam secara dinamis.
Langkah penghapusan jembatan timbang dan penerapan teknologi berbasis IT ini ditargetkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian truk ODOL serta menjaga kelancaran logistik nasional.(*)
Artikel Terkait
Kemenhub Prediksi 80 Juta Orang Bakal Mudik Idul Fitri Tahun Ini
Pendaftaran Dibuka Hari Ini, Berikut Syarat Ikut Bus Mudik Gratis Kemenhub
Tarif Ojol Naik hingga 15 Persen, Kemenhub Pastikan Aplikator Setuju dan Kajian Sudah Final