Respons Gus Yahya soal Isu Pemecatan dari Kursi Ketum PBNU: dari Ogah Tinggalkan Jabatan hingga Tepisan Dukung Israel

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 30 November 2025 | 18:31 WIB
Foto: Polemik Pemecatan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU  (PBNU)
Foto: Polemik Pemecatan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU (PBNU)

Gus Yahya: Rapat Syuriyah Tak Bisa Hentikan Siapapun

Di sisi lain, Gus Yahya itu kembali menegaskan, rapat harian Syuriyah tidak memiliki wewenang untuk memecat pucuk pimpinan.

Baca Juga: Soal Dana Pensiun untuk Atlet, Menpora Akui Belum Bisa Terealisasi dalam Waktu Dekat

“Rapat harian Syuriyah itu tidak bisa memberhentikan siapapun, tidak ada wewenang untuk memberhentikan siapapun. Nggak ada wewenangnya,” ujarnya.

“Menghentikan fungsionaris lembaga saja enggak bisa, apalagi Ketua Umum,” tambahnya.

Gus Yahya juga menolak konstruksi rapat yang menurutnya menutup ruang klarifikasi.

“Kemudian langsung menetapkan keputusan yang berupa hukuman, ini jelas tidak dapat diterima,” ucapnya.

Baca Juga: Meski Sama-sama Hak Istimewa Presiden, Ini Bedanya Rehabilitasi yang Didapat Ira Puspadewi vs Abolisi pada Tom Lembong

Tepisan soal Isu Dukungan ke Israel

Mundur ke beberapa hari sebelumnya, Gus Yahya sempat menanggapi isu hubungannya dengan Zionis Israel yang tercantum dalam risalah rapat.

Dalam kesempatan berbeda, Gus Yahya menilai isu tersebut diputarbalikkan, dan mengulang cerita yang pernah ia sampaikan bertahun lalu.

“Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel, saya bertemu Netanyahu (Perdana Menteri Israel), Presiden Israel," terang Gus Yahya kepada awak media di Surabaya, pada Sabtu, 23 November 2025.

"Saya bertemu juga dengan berbagai elemen di sana di dalam berbagai forum tahun 2018,” sambungnya.

Baca Juga: Selain Ira Puspadewi yang Diberi Hak Rehabilitasi oleh Prabowo, Pernah Terjadi Hal Serupa di era Gusdur

Tegas Bela Palestina di Depan Netanyahu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X