Potret Pilu Pasca-Banjir: Warga Aceh Tamiang Gunakan Air Resapan Sungai yang Kecokelatan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 12:33 WIB
Tangkapan layar kondisi air sumur yang digunakan warga Aceh Tamiang untuk mencuci dan mandi. (TikTok/ayu miranda shop)
Tangkapan layar kondisi air sumur yang digunakan warga Aceh Tamiang untuk mencuci dan mandi. (TikTok/ayu miranda shop)



JURNALMETROPOLITAN.com - Dampak banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menyisakan persoalan pelik bagi warga, terutama akses terhadap air bersih

Terputusnya pasokan air layak konsumsi memaksa warga memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, meski harus menggunakan air yang jauh dari standar kesehatan.

Pemandangan memprihatinkan ini dibagikan oleh akun TikTok @ayu miranda shop pada Senin 22 Desember 2025. 

Dalam unggahan tersebut, tampak warga terpaksa mengandalkan sumur-sumur darurat yang airnya berwarna kecokelatan untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga: Viral di Hari Ibu, Polisi Izinkan Anak Peluk Ibunya yang Sedang Ditahan

Di tengah kondisi pascabencana, sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air bening. 

Sumber air yang tersedia saat ini sangat bergantung pada resapan air sungai yang masih membawa material sisa banjir.

"Sumur ini menyedot air dari sungai," jelas seorang wanita dalam video tersebut.

Meski secara kasat mata air tersebut tampak keruh dan tidak layak, warga tidak memiliki pilihan lain. 

Kebutuhan untuk membersihkan badan dan pakaian menjadi prioritas yang harus dipenuhi di tengah keterbatasan.

Baca Juga: Tragedi Sitahuis Tapteng: Warga Minum Air Hujan hingga Saksikan Anak Menggigil Kedinginan di Tengah Hutan

"Walaupun tidak jernih tapi air ini sangat kita perlukan untuk mencuci baju, untuk mandi," lanjutnya.

Warga kini harus berbagi sumber daya yang ada. Mereka mendatangi beberapa titik sumur yang dianggap masih mampu mengeluarkan air, meskipun kualitasnya sangat memprihatinkan.

"Di sini ada beberapa titik sumur yang bisa kita ambil," katanya sambil menunjukkan aktivitas warga di sekitar lokasi.

Krisis air bersih ini dirasakan warga sebagai sebuah kemunduran yang sangat menyedihkan. 

Baca Juga: Modal Lampu Mobil, Warga Desa Pematang Durian Kompak Buka Akses Jalan yang Tertimbun Lumpur Banjir

Hidup berdampingan dengan lumpur dan air keruh membuat mereka merasa seolah kehilangan akses terhadap kehidupan modern yang layak.

"Airnya memang tidak jernih, jadi seperti kembali ke zaman dulu," pungkasnya.

Kisah ini menjadi potret nyata betapa krusialnya bantuan air bersih dan instalasi penjernih air bagi masyarakat Aceh Tamiang saat ini.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X