Kendati demikian, gejala keracunan berupa diare, mual atau muntah, dialami para siswa dan guru.
Hal tersebut, mulai diketahui pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 22.00 WIB.
Kamis Pagi: Siswa Antre di Kamar Mandi Sekolah
Keesokan harinya, Kamis, 29 Januari 2026, pihak SMAN 2 Kudus melaporkan, terdapat banyaknya siswa yang antre di kamar mandi sekolah.
"Sekitar pukul 07.30 WIB, anak-anak mulai banyak yang izin ke kamar mandi. Keadaan memburuk dengan banyak siswa yang antre di kamar mandi sekolah," terangnya.
"Ketika ditanya, gejala anak-anak sama, yaitu perut sakit, mules, pusing, mual," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Tim SPPG Klarifikasi, Pasukan Medis Datang
Dalam pernyataannya, pihak SMAN 2 Kudus menyebutkan tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) datang ke sekolah untuk menerima laporan secara langsung.
Baca Juga: Alami Krisis Air Bersih, Warga Kampung Jamat Aceh Tengah Gotong Royong Sambung Pipa
"Pukul 07.30 WIB, pihak sekolah menghubungi SPPG Purwosari, selang 5 menit, tim SPPG langsung datang ke sekolah untuk klarifikasi menu MBG," jelasnya.
Kemudian, pada pukul 08.00 WIB, pihak sekolah berinisiatif membawa para siswa ke Puskesmas Purwosari, Kudus.
"Tetapi karena anak jumlahnya lebih dari 40 orang, maka pihak puskesmas datang ke sekolah, pukul 09.00 WIB," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, para siswa juga sempat dikumpulkan di mushala sekolah untuk diberikan pengarahan dan motivasi oleh tim kesehatan puskesmas.
Gejala Diare hingga Sesak Napas
Terkait gejala keracunan yang ditunjukkan para siswa dalam insiden itu, bermula dari banyaknya anak-anak yang sakit akibat diare hingga sesak napas.
Artikel Terkait
Muncul KLB Keracunan MBG Memantik Langkah Tegas BGN: Bentuk Tim Investigasi hingga Tutup Dapur SPPG
Kearifan Lokal di Menu MBG Menurut BGN: dari Usulan Serangga hingga Ikan Hiu yang Diduga Jadi Penyebab Keracunan
Ditanya soal MBG yang Diklaim Sumbang 48 Persen Keracunan Pangan, Menko Pratikno Sebut-sebut Zulhas hingga Cak Imin