Kementerian UMKM Dorong Produk Lokal Tembus Pasar China

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 8 April 2026 | 10:25 WIB
Kementerian UMKM Dorong Produk Lokal Tembus Pasar China (dims / jurnalmetropolitan.com)
Kementerian UMKM Dorong Produk Lokal Tembus Pasar China (dims / jurnalmetropolitan.com)

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok global sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia, menyusul kunjungan kerjanya ke China dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4), Menteri Maman menjelaskan kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam ekosistem ekonomi global melalui kemitraan yang saling menguatkan dengan China.

“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujar Menteri Maman.

Baca Juga: Kontroversi Petugas Satpol PP Jakarta vs Ibu-ibu PKL, Sebilah Pisau yang Dibawa sang Pedagang Dinilai Jadi Ancaman

Ia mengungkapkan, dalam forum tersebut sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar, antara lain durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.

Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pengusaha UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.

“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” katanya.

Baca Juga: Kronologi Insiden Kereta Api Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu, Rangkaian KA Miring pada Sisi Rel

Lebih lanjut, Menteri Maman menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.

Selain itu, Kementerian UMKM juga akan menyiapkan penguatan kapasitas sumber daya manusia agar bisa mengadopsi pengembangan UMKM di China.

“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” ujar Menteri Maman.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian sejumlah kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X