Mengenai jumlah kerugian secara materi, Shofi mengaku tak bisa menghitung karena merasa banyak uang yang telah ia berikan kepada pelaku.
“Tak terhitung mas. Tenaga aja pas bangun musala itu siang dan malam terus-terusan. Itu banyak yang seperti itu,” sambunnya.
Shofi juga mengaku pada 2009 pernah menjual tanah dan mendapatkan uang Rp9 juta untuk diberikan kepada pelaku.
Ungkap Doktrin dan Sikap Pelaku pada Santri
Lebih lanjut, Shofi mengaku alasan dirinya masuk sebagai pengikut pelaku karena menganggapnya sebagai sosok yang memiliki kemampuan lebih dan menjadi wali Tuhan.
“Saya anggap dia itu Wali Allah, dia tau semuanya. Mbah saya akan meninggal sampai jamnya dia tahu. Adik saya akan melahirkan jam 11 malam suruh telepon, dia ngasih tau jam dan nama,” jelasnya.
Shofi juga membeberkan bahwa pelaku selalu punya kebiasaan untuk menciumi para santrinya.
“Pelaku menyimpang ya paling salaman itu tadi. Istri saya juga begitu, dicium pipi kanan-kiri, jidat, dan bibir. Banyak santri yang dibegitukan, hampir semuanya,” terangnya.
“Doktrinnya itu, dunia dan seisinya itu nur (cahaya) Kanjeng Nabi. Itu benar, tapi terus ditandai dirinya sendiri, dibilang dunia ini halal untuk Nabi dan keturunan Nabi,” ujarnya.
Shofi juga mengatakan bahwa saat itu, jika istrinya ingin dinikahi oleh pelaku, ia harus memberi izin.
Selain mencium lawan jenis, Shofi juga mengaku sering melihat pelaku merangkul santri saat duduk bersama.
“Itu didiamkan karena orangnya mengaku Khariqul ‘Adah, punya kemampuan,” lanjutnya.
Kronologi Kasus Oknum Kiai Lakukan Pencabulan
Kasus ini mencuat dengan laporan 8 santri kepada salah satu pengurus ponpes yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pati.