Baca Juga: Sore Ini Jangan Sampai Lupa, Ada Gerhana Bulan
KGPAA Paku Alam VIII
Dinobatkan sebagai pahlawan, K.G.P.A.A. Paku Alam VIII telah melakukan beberapa hal antara lain, bersama Sultan Hamengkubowono IX dari Keraton Yogyakarta mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan RI sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi utuh hingga saat ini.
Sehari sesudah (kemerdekaan) itu beliau menyatakan bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemudian Yogyakarta menjadi ibu kota yang kedua dari Republik Indonesia ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1946.
KGPAA Paku Alam VIII selain sebagai raja juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Yogyakarta I Usai proklamasi kemerdekaan RI. Dan merupakan sosok Wakil Gubernur terlama yaitu sejak tahun 1945 hingga 1998. Selain itu juga menjadi Pelaksana Tugas Gubernur terlama 1988 hingga 1998 serta Pangeran Pakualaman terlama 1937-1998.
Melansir dari situs resmi Pemprov DIY, KGPAA Paku Alam VIII bukan hanya sebagai pemimpin, tapi juga pejuang yang berjuang untuk kemerdekaan RI. Peran Paku Alam VIII bagi bangsa dan negara begitu besar, terutama kiprah dan perhatiannya tentang dunia pendidikan.
Baca Juga: Gerhana Bulan di India, Saatnya Masuki Kehidupan Lebih Baik
Sosok dr. R Rubini Natawisastra merupakan seorang dokter berasal dari tanah Sunda yang menetap di Kalimantan Barat dan mengabdi selama 17 tahun.
Selain sebagai dokter, Rubini Natawisastra juga merupakan pemimpin partai politik pada masanya dan memberikan perjuangannya demi cita-cita kemerdekaan Indonesia melawan penjajah di daerah Kalimantan Barat.
H Salahuddin bin Talabuddin (1874–1948) adalah seorang pejuang asal Halmahera, Maluku Utara. Ia sempat dibuang pemerintah kolonial Belanda ke penjara Sawahlunto, Nusakambangan, dan Boven Digoel. Ia dieksekusi mati pada 1948 di Ternate.
Baca Juga: Sheila on 7: Tunggu Aku Di Jakarta
KH Ahmad Sanusi atau dikenal dengan sebutan Kiai Haji Ahmad Sanusi atau Ajengan Cantayan atau Ajengan Genteng atau Ajengan Gunungpuyuh (18 September 1889 – 31 Juli 1950) adalah tokoh Sarekat Islam dan pendiri Al-Ittahadiyatul Islamiyah (AII), sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan dan ekonomi.
Artikel Terkait
Pekan Selanjutnya Ada Sidang Saksi dan Putusan Sela atas Kasus Ferdy Sambo
Ada NU Dibalik Terselenggaranya Forum Religion R20
Indonesia Sudah Miliki Rumah Sakit Mata Tersertifikasi Syariah
Sore Ini Jangan Sampai Lupa, Ada Gerhana Bulan
Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Polri Harus Mampu Cegah Aksi Diskriditkan Indonesia di KTT G20