"Kalau dibandingkan dengan Annual Meeting IMF-Bank Dunia pada 2018, manfaat nyata bisa 1,5 hingga dua kali lipat bahkan lebih,” kata Susiwijono Moegiarso.
Seperti pada pertemuan KTT G20, pelaksanaan Annual Meeting IMF-Bank Dunia juga didahului oleh sejumlah konferensi yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Namun, tidak sebesar KTT G20.
Susiwijono juga menilai, manfaat yang terlihat adalah mulai menggeliatnya perekonomian di Bali. Ia mencatat pada Agustus hingga akhir September, ada sekitar 15 ministerial meeting.
Dari sisi trafik, sudah ada peningkatan lebih dari 70 persen di sektor transportasi. Tingkat hunian hotel meningkat dan tempat-tempat wisata termasuk restoran, kafe, dan tempat perbelanjaan makin ramai.
"Dampaknya di Bali kita belum melihat betul PDRB-nya (Produk Domestik Regional Bruto,red). Tapi dari transportasi, trafik di Bali sudah confirm naik, tingkat hunian juga telah melebihi level prapandemi. Begitu juga sektor pendukung side event," Susiwijono menambahkan.
Beberapa laporan menyebut, pada Oktober 2022 okupansi hotel di Bali rata-rata sudah mencapai 70 persen.
Baca Juga: Al-Muwallad Dicoret dari Skuad Piala Dunia Arab Saudi karena Doping
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno mengakui, event G20 telah membangkitkan kembali kegairahan dunia wisata di Indonesia, terutama di Bali.
Ratusan forum G20, meski sebagian dilakukan secara hibrida (sebagian hadir secara langsung dan sebagian lainnya secara online), telah mempromosikan dunia pariwisata Indonesia.
Sandiaga meyakini, target kedatangan 1,8–3,6 juta wisman di 2022 bisa dicapai. Menurut perkiraannya, dampak langsung KTT G20 hanya untuk Provinsi Bali dapat mendatangkan devisa sampai USD150 juta, atau sekitar Rp2,23 triliun.
Kegairahan KTT G20 di Nusa Dua itu pun seperti menandai pulihnya dunia pariwisata Bali.
Sebelum pandemi, pada 2019, Bali dikunjungi oleh sekitar 16 juta wisatawan, terdiri dari 10 juta wisatawan domestik dan 6 juta wisatawan asing. Industri pariwisata di Bali menyumbang 54% dari PDB Bali.
Kemudian pandemi merusak segalanya. Industri pariwisata Bali ambruk. Perekonomian Bali terkontraksi hebat, dan tumbuh negatif 9,3% pada 2020 dan kembali negatif 2,53% di 2022. ***
Artikel Terkait
Ini, Akibat Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Dibayar Sekaligus
Gaungkan KTT G20 di Bali, Kemenhub Lakukan Touring dan Pameran Kendaraan Listrik
Tim Keamanan KTT G20, Siap Kerja mulai dari Pengawalan, Prakira Bencana hingga Larangan Main Layang-layang
Sidang Ferdy Sambo Libur? Ada Apa?
Wow KTT G20 Diliput 2.331 Media Dalam dan Luar Negeri, Ini Fasilitasnya