JURNAL METROPOLITAN – Gempa Cianjur yang terjadi beberapa pekan lalu ternyata disebabkan oleh sebuah sesar.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa Cianjur memang disebabkan oleh pergesaran sesar.
Bahkan, kata Kepala Dwikorita Karnawati, gempa Cianjur yang berkekuatan magnitudo 5,6 itu karena adanya pergesaran sesar aktif.
BMKG, kata Dwikorita, memang baru mengetahui sesar penyebab gempa Cianjur yang baru teridentifikasi.
Baca Juga: 4.000 Warga Terdampak Gempa Cianjur Serbu Markas Batalyon Rider 300 Antre Bantuan Presiden
BMKG menyebut sesar baru itu dinamakan Patahan Cugenang.
“Jadi di Indonesia ini sudah identifikasi 295 patahan aktif. Namun patahan Cugenang yang ini belum termasuk yang teridentifikasi. Jadi ini yang baru saja ditemukan atau teridentifikasi," ungkap Dwikorita.
Ia menjelaskan zona patahan Cugenang menjadi penting untuk diperhitungkan.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami
Pasalnya zona ini harus dikosongkan jika ada yang akan melakukan rekonstruksi atau pembangunan ulang kembali.
"Jadi kalau membangun kembali, belum tahu patahan yang ada di mana. Dikhawatirkan zona yang patah atau bergeser itu akan dibangun lagi, dan kurang lebih 20 tahun kemudian akan runtuh lagi," jelasnya.
Sehingga menurut Dwikorita, penemuan atau penetapan zona patahan ini sangat vital dalam mendukung pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak.
Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa Sampai Depok, Jakarta dan Bekasi
Dwikorita mengatakan salah satu dasar pertimbangan untuk menentukan strike, atau patahan, adalah rupture atau pecahnya permukaan tanah yang lurus atau sebagai manifestasi dari perpotongan bidang patahan dengan permukaan lintasan.
Artikel Terkait
Pemerintah Bangun 1.600 Rumah Tahan Gempa untuk Relokasi Korban Gempa
Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa Sampai Depok, Jakarta dan Bekasi
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami
4.000 Warga Terdampak Gempa Cianjur Serbu Markas Batalyon Rider 300 Antre Bantuan Presiden