JURNAL METROPOLITAN - Sedikitnya 4.000 warga terdampak gempabumi M 5.6 Cianjur ‘serbu’ markas Batalyon Rider 300, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/22).
Mereka berbondong-bondong berangkat dari desa masing-masing menggunakan mobil angkutan kota (angkot) sejak pukul 05.00 WIB rela antre untuk menerima bantuan Presiden Jokowi.
Setibanya di markas Batalyon Rider 300, para warga tersebut segera merapatkan barisan antre dengan tertib menuju kawasan di belakang kompleks. Antrean tampak teratur mengular dari halaman depan hingga memasuki area belakang kompleks.
Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Pasca Gempabumi Cianjur Bertambah Jadi 321 Orang
Mereka menghadiri undangan khusus dari Presiden Joko Widodo, yang kebetulan dilaksanakan di markas Batalyon Rider 300. Rencananya Presiden akan menyerahkan bantuan berupa Dana Stimulan kepada warga pemilik rumah yang mengalami kerusakan akibat gempabumi, maupun yang menjadi korban jiwa.
Besaran Dana Stimulan bervariasi tergantung kerusakan rumah, yaitu Rp10 juta untuk rumah rusak ringan, Rp25 juta rusak sedang dan Rp50 juta rumah rusak berat. Dana Stimulan itu diberikan dalam bentuk buku rekening dari Bank Mandiri.
Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi mengatakan bantuan Dana Stimulan itu wujud respon cepat tanggap Presiden kepada warga terdampak.
Acep mengatakan, sejak diguncang gempabumi, Presiden sudah tiga kali mengunjungi Cianjur memberikan harapan pasti. “Ini luar biasa. Ini adalah wujud gerak cepat Presiden. Presiden sudah tiga kali ke sini,” jelas Acep.
Menurut Acep, Dana Stimulan ini akan sangat bermanfaat bagi warga terdampak. Sebab, sudah dua minggu lamanya sejak kejadian gempabumi itu, banyak warganya yang belum dapat kembali bekerja dan masih banyak yang mengungsi.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Masuk Tenda Pengungsi Gempa Cianjur Bawa Ini
“Masyarakat benar-benar menunggu bantuan ini. Selama dua minggu ini ekonomi lumpuh. Bagaimana mereka bekerja, orang ada di pengungsian,” ungkap Acep.
Desa Ciherang sendiri menurut Acep, wilayah yang terdampak gempabumi cukup parah. Ada delapan warga Acep yang menjadi korban gempabumi. Dari hasil verifikasi, ada sebanyak 2.979 rumah rusak di Desa Ciherang.
“Korbannya delapan orang. Rusak ada 2.979 rumah. Yang 1.003 rusak berat, kemudian 895 rusak sedang dan 1.081 rusak ringan,” jelas Acep.
Selain penyerahan Dana Stimulan, Presiden Joko Widodo yang akan didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga diagendakan meninjau pembangunan contoh Rumah Tahan Gempa, mengunjungi SD Negeri 1 Sukamaju untuk meninjau kerusakan dan menyerahkan bantuan.***
Artikel Terkait
Kepala BNPB Bagikan Langsug Makanan Siap Saji kepala Korban Gempa Cianjur
Gempa Cianjur: 318 Warga Meninggal Dunia, 14 Orang Masih Dalam Pencarian
Empat Penyebab Kerusakan Gempa Cianjur Menurut BMKG
Sore Ini, Gempa 6,4 M Guncang Kabupaten Garut
Tak Hanya Garut, Gempa 6,4 Magnitudo Dirasakan Warga Tasik, Sukabumi dan Bandung
Pemerintah Bangun 1.600 Rumah Tahan Gempa untuk Relokasi Korban Gempa
Aktivis Tuntut FIFA Beri Kompensasi Pekerja Migran Atas Dugaan Pelanggaran HAM di Qatar
Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa Sampai Depok, Jakarta dan Bekasi
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami
Gagal di Piala Dunia, Kapten Timnas Belgia Eden Hazard Pensiun Dini
Waspadai Musim yang Banyak Potensi Bencana