Sejarah Berdirinya Kota Jakarta: Dari Pelabuhan Sunda Kelapa hingga Metropolis Modern

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:15 WIB
Bundaran Hotel Indonesia. Salah satu ikon Jakarta.  (dok. AXA)
Bundaran Hotel Indonesia. Salah satu ikon Jakarta. (dok. AXA)

 

JURNALMETROPOLITAN.com – Kota Jakarta, ibu kota Republik Indonesia, memiliki sejarah panjang yang berakar dari masa kerajaan dan pelabuhan kuno yang berperan penting dalam perdagangan di Asia Tenggara. Berdirinya Jakarta tidak dapat dilepaskan dari peran strategisnya sebagai pelabuhan utama yang dikenal dengan nama Sunda Kelapa pada abad ke-4 hingga ke-15.

Pada awalnya, wilayah yang kini menjadi Jakarta merupakan bagian dari kerajaan Tarumanegara, salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Bukti sejarah berupa prasasti-prasasti kuno menunjukkan bahwa daerah ini sudah menjadi pusat perdagangan dan peradaban yang maju sejak zaman itu.

Sunda Kelapa sebagai pelabuhan utama Kerajaan Sunda menjadi gerbang perdagangan yang sibuk, menghubungkan para pedagang dari berbagai wilayah seperti Tiongkok, India, dan Arab. Keberadaan pelabuhan ini menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi dan budaya yang penting di kawasan.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Kota Bogor: Dari Kerajaan Sunda hingga Kota Hujan yang Modern

Pada abad ke-16, kedatangan bangsa Portugis menandai babak baru dalam sejarah Jakarta. Mereka berusaha menguasai pelabuhan Sunda Kelapa untuk mengendalikan jalur perdagangan rempah-rempah, namun kemudian digantikan oleh kekuatan lain yang datang menyusul.

Kedatangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda pada awal abad ke-17 membawa perubahan besar. Pada tahun 1619, VOC merebut pelabuhan Sunda Kelapa dan membangun sebuah benteng yang kemudian dinamakan Batavia, sebagai pusat pemerintahan kolonial Belanda di wilayah Nusantara.

Batavia berkembang pesat menjadi kota pelabuhan yang makmur, pusat perdagangan, dan pemerintahan kolonial. Kota ini menjadi tempat tinggal para pejabat Belanda serta pusat aktivitas komersial dengan berbagai bangunan khas kolonial yang hingga kini masih dapat ditemukan di beberapa bagian kota.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata di Malang, Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

Selama masa penjajahan Belanda, Batavia mengalami berbagai perubahan tata kota, pembangunan infrastruktur, dan menjadi pusat administrasi yang penting. Namun, kota ini juga mengalami tantangan besar seperti wabah penyakit dan kerusuhan sosial yang menjadi bagian dari sejarahnya.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Batavia resmi berganti nama menjadi Jakarta dan ditetapkan sebagai ibu kota negara. Kota ini terus berkembang menjadi pusat politik, ekonomi, dan budaya Indonesia dengan populasi yang sangat besar dan beragam.

Kini, Jakarta merupakan kota metropolitan yang dinamis dengan berbagai tantangan sekaligus peluang. Dari pelabuhan kuno Sunda Kelapa hingga menjadi ibu kota negara modern, Jakarta tetap menjadi simbol perjuangan, kemajuan, dan keberagaman bangsa Indonesia.(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X