Selama belajar, Bibit sempat mendapat cibiran dari teman karena sering berbicara bahasa Inggris, tetapi ia cuek. Saat menjadi content creator, ia memprediksi akan menerima kritik seperti “sok Inggris” atau “polisi grammar,” namun kenyataannya, tanggapan netizen justru positif. Bibit merasa, kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa Inggris mulai meningkat, sehingga ia diterima baik di platform Instagram maupun TikTok.(*)
Artikel Terkait
Kisah Violinis Berbakat di Jalanan Ibu Kota Jakarta, Bikin Pengendara Rela Berhenti 5 Menit saat Lampu Merah
Kisah Dokter Spesialis Alumni LPDP di Jateng yang Disayang Pasien hingga Tuai Reaksi Positif Warganet di Medsos
Kisah Unik ‘Nasi Goreng Robot’ Bikinan Kakek Asal Malang, Tercipta dari Semangat yang Tak Pudar di Tengah Keterbatasan