JURNALMETROPOLITAN.com - Di balik seragam kremnya, Bibit Sularto (23) berbeda dari rekan-rekannya. Gen Z ini aktif menggunakan bahasa Inggris, bahkan kerap membagikan video berbicara bahasa Inggris di Instagram sambil mengenakan seragam kerjanya.
Bibit memulai latihan berbicara bahasa Inggris sejak 2020, tepat saat pandemi Covid-19. Saat itu, ia berhenti kuliah dan mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Kesulitan mencari pekerjaan mendorongnya untuk menonton film dan serial berbahasa Inggris sebagai cara mengasah kemampuan speaking.
“Kalau teori di sekolah kan 12 tahun, tapi untuk berbicara sendiri baru mulai di 2020. Waktu itu baru lulus SMA, pandemi, kuliah enggak bisa lanjut, jadi harus nyari kerja. Karena susah cari kerja, di rumah saya nonton film Amerika sambil latihan,” ujar Bibit.
Bibit menonton berbagai film dan serial, mulai dari Game of Thrones, Marvel, Hollywood classics, The Godfather, hingga Star Wars, untuk membiasakan diri dengan percakapan berbahasa Inggris. Menurutnya, serial The Walking Dead paling membantu meningkatkan kemampuan berbicaranya.
Tanpa disadari, Bibit sering mengikuti dialog para karakter di film, yang membantu improvisasi kalimat bahasa Inggris. Ia menghabiskan sekitar 3–4 jam sehari menonton serial untuk melatih kemampuan berbicara.
Belajar bahasa Inggris di sekolah, menurut Bibit, hanya mengajarkan teori dan menambah kosakata. Dari film, ia mulai merancang kalimat sendiri, yang berkembang dari satu kalimat kecil menjadi kalimat panjang.
Selain menonton, Bibit juga berlatih berbicara dengan content creator asing, seperti Fabio Nottet, karena percaya belajar langsung dengan native speaker adalah kunci meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Tujuannya adalah mencapai kefasihan dengan aksen Amerika seperti native speaker.
Bibit berencana mendaftar Working Holiday Visa (WHV) ke Australia untuk meningkatkan pengalaman dan kesejahteraannya setelah kemampuan bahasa Inggrisnya cukup matang. Saat ini, ia masih terus mengasah kemampuan lewat learning by doing, membuat video, dan berbincang dengan native speaker.
Dalam prosesnya, Bibit juga membagikan tips belajar bahasa Inggris kepada penontonnya di media sosial. Meski banyak yang menyarankan agar ia membuka kelas bahasa Inggris, Bibit menolak karena bukan guru dan hanya belajar secara autodidak. Ia menekankan bahwa yang ia lakukan hanya berbagi pengalaman dan kesalahan yang pernah dibuat.