Warga membuat sendiri minuman ini mulai dari menggoreng biji kopi hingga siap dihidangkan. Rasa Kopi Jetak sangat khas, serbuk kopinya baru digiling setiap pagi dan fresh ketika disajikan kepada pengunjung.
Cara menyajikannya, kopi yang sudah menjadi bubuk dimasak di atas tungku kayu bakar lalu ditambahkan air. Cara tradisional inilah yang membuat Kopi Jetak memiliki aroma yang nikmat.
Kopi Jetak bisa menyegarkan pikiran, menambah semangat serta menghilangkan rasa kantuk disaat akan bekerja. Kopi Jetak ini miliki rasa khas, karena murni rasa kopi tanpa campuran apapun.
Selain itu, pada proses penggorengan biji kopi, ditambahkan air kopi sebagai jatu (bahan tambahan). Hal itu untuk memperlama daya tahan kopi. Kopi jetak dapat bertahan sampai setahun, rahasianya ada pada jatu yang diberikan pada proses penggorengan.
Baca Juga: Kuliner Maluku dari yang Lengket hingga Ikan Segar, Sensasinya Mengundang Selera Makan
Jika jatu ditambahkan setelah proses penggorengan, kopi hanya bertahan enam bulan. Cara ini adalah salah satu trik yang dipergunakan perajin kopi di Kudus.***
Artikel Terkait
Ada Tradisi Minum Kopi di Malioboro Coffe Night, Mengenal Minum Kopi yang Tidak Sekali Jadi
Kedai Kopi di Jogja Tumpah Ruah
Minum Kopi Gayo di Mana Saja, Nikmatnya Mantap
Wisata Kopi, Menambah Khazanah di Lokasi Terbaik di Bali
Nikmati Sore 'Ngopi' Cantik di Kopi Nako Kebon Jati