internasional

Setelah Nepal-Prancis, Aksi Gen Z Kini Mengguncang Peru: Jurnalis dan Demonstran Jadi Korban

Selasa, 30 September 2025 | 20:38 WIB
Unjuk Rasa di Peru (https://www.worldnomads.com/travel-safety/south-america/peru/peru-protest-safety-tips-what-to-watch-)

"Ketika massa mencoba menuju Istana Malacanang, polisi menghadang dengan gas air mata dan menangkap puluhan remaja," demikian laporan dari The Manila Times, pada Minggu, 21 September 2025.

Orasi dan Tuntutan Tegas

Aksi demonstrasi di Filipina yang bertajuk “Baha sa Luneta: Aksyon laban sa Korapsyon” dipenuhi teriakan lantang.

“Korupsi membuat rakyat turun ke jalan, menyalurkan kemarahan mereka, agar pemerintah benar-benar menjalankan tugasnya,” tegas salah seorang demonstran di Filipina, Teddy Casino dalam laporan yang sama.

Baca Juga: Sempat Jadi Polemik, Momen Menkeu Purbaya Sindir Ekonom yang Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen dari BPS

Tokoh muda di Filipina, Sarah Elago juga ikut bersuara. Ia menyoroti praktik korupsi dan dinasti politik yang masih bercokol di negaranya.

“Lima puluh tiga tahun berlalu, namun pencuri dan koruptor tetap berkuasa. Apakah Anda akan membiarkan ini?” seru Sarah disambut pekikan “Tidak!” dari ribuan massa.

Jejak Serupa di Nepal dan Prancis

Sebelumnya diketahui, Nepal dan Prancis lebih dulu menunjukkan pola aksi demonstrasi serupa pada awal September 2025 lalu.

Di Nepal, pemblokiran media sosial justru memicu perlawanan luas hingga menjatuhkan perdana menteri. Di Prancis, Gen Z juga menjadi garda depan aksi menuntut perubahan politik di negaranya.

Gerakan Gen Z di Nepal hingga Peru menunjukkan media sosial bukan sekadar ruang hiburan, melainkan juga sebagai alat mobilitas para generasi muda untuk berkumpul dan menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Contohkan Protes Hotman Paris Jadi Indikator Keberhasilan Strategi Guyuran Rp200 Triliun ke Himbara

Di sisi lain, setiap seruan yang berujung ke jalanan selalu menghadirkan risiko nyata, yakni insiden bentrokan hingga korban jiwa.

Oleh sebab itu, perlu kebijaksanaan bagi para generasi muda lintas dunia agar dapat mengantisipasi adanya insiden buruk akibat pola aksi demonstrasi yang bermuara melalui media sosial.***

Halaman:

Tags

Terkini