Setelah Nepal-Prancis, Aksi Gen Z Kini Mengguncang Peru: Jurnalis dan Demonstran Jadi Korban

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 30 September 2025 | 20:38 WIB
Unjuk Rasa di Peru (https://www.worldnomads.com/travel-safety/south-america/peru/peru-protest-safety-tips-what-to-watch-)
Unjuk Rasa di Peru (https://www.worldnomads.com/travel-safety/south-america/peru/peru-protest-safety-tips-what-to-watch-)

Di sisi lain, banyak peserta aksi merasa jenuh dengan sistem politik di negaranya, Peru.

Xiomi Aguilar sebagai salah seorang warga Peru, mengaku secara terang-terangan menyebut partai politik sebagai mafia.

“Saya sangat marah, saya merasa benar-benar disesatkan oleh pemerintah ini. Dan Kongres ini yang melayani partai-partai politik,” ujar Xiomi dalam laporan yang sama.

Sehari sebelumnya, demonstrasi juga digelar dekat kantor presiden dan parlemen. Kendati demikian, demonstrasi sempat terpukul mundur oleh aparat setempat.

Baca Juga: Jejak Panjang Indonesia di Sidang Umum PBB: Dari Pidato 'Membangun Dunia Kembali' era Soekarno hingga Kini Kesempatan Emas Prabowo

Jurnalis Jadi Saksi Sekaligus Korban

Saat kericuhan pecah di Peru, sejumlah jurnalis juga dikabarkan menjadi korban.

Fotografer dari media lokal "Hildebrandt En Sus Trece", Cesar Zamalloa menceritakan dirinya terkena tembakan aparat.

“Saat itulah saya merasakan benturan di kaki dan pinggul saya,” ungkap Cesar.

Asosiasi Jurnalis Nasional Peru (ANP) melaporkan sedikitnya 6 jurnalis mengalami luka saat meliput aksi demonstrasi di Kota Lima, Peru.

Berkaca dari aksi protes di Peru bukanlah sebuah peristiwa tunggal. pola aksi demonstrasi serupa juga terjadi di Filipina yang diinisiasi oleh para Gen Z.

Filipina: Gelombang Besar di Manila

Baca Juga: Saat Pengakuan Palestina oleh Inggris dan Sekutunya Picu Ancaman Baru Israel, Justru Jadi Secerca Harapan Menuju Perdamaian

Di Filipina, pola aksi serupa terlihat jelas. Diketahui, ribuan Gen Z memadati Taman Rizal di Manila dan Kuil EDSA di Kota Quezon, pada Minggu, 21 September 2025.

Dalam tuntutannya, mereka mengecam skandal korupsi proyek pengendalian banjir. Jumlah demonstran melonjak dari 4.000 menjadi 15.000 orang hanya dalam satu jam, berkat seruan cepat yang tersebar lewat platform digital.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X