Ketahuan Telepon dengan Sepupu, Setibanya di Saudi Arabia Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud Dipenjara

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 6 November 2022 | 13:00 WIB
Pangeran Arab Saudi (Istimewa)
Pangeran Arab Saudi (Istimewa)

JURNAL METROPOLITAN - Terancam masuk penjara, warga Saudi Arabia yang sedang belajar di negeri Paman Sam harus mawas diri.

Pelajaran itu dipetik dari peristiwa pada 2 November 2022 lalu. Saat itu Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud dipenjara setelah kembali dari AS karena komentarnya tentang Arab Saudi.

Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud berada di Amerika Serikat karena menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Northeastern Boston.

Baca Juga: Ketika Raja Ali Haji Menginspirasi Google

Seperti dilansir dari foxnews.com, selama menuntut ilmu, menurut teman-temannya Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud adalah orang yang menghindari berbicara politik negaranya dan hanya fokus pada studi serta rencana karir dan kecintaannya pada sepak bola.

Namun, Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud bereaksi, setelah sesama sepupu yang juga merupakan pangeran dipenjarakan di rumah. Panggeran Abdullah memprihatinkan sepupunya itu dan mendiskusikannya dengan kerabat melalui telepon dari AS.

Barangkali lantaran hal itu, dalam perjalanan kembali ke Arab Saudi, Pangeran Abdullah dipenjara karena panggilan itu. Sang Pangeran pun terancam kena hukuman awal 20 tahun, bahkan bisa dinaikkan menjadi 30 tahun.

Belum diketahui pasti apa saja pelanggaran yang telah dilakukan Pangeran Abdullah tersebut, hanya saja dalam dokumen pengadilan Saudi yang diperoleh The Associated Press, menyebutkan kasus Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Baca Juga: WHO: Obat Sirop Berbahaya karena Gagal Penuhi Standar Kualifikasi

Foxnews menyebut selama lima tahun terakhir, pengawasan, intimidasi, dan pengejaran Saudi terhadap warga Saudi di wilayah AS telah meningkat ketika kerajaan meningkatkan penindasan di bawah penguasa de facto, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Menurut FBI, kelompok hak asasi manusia dan juga hasil selama dua tahun melakukan wawancara dengan warga Saudi yang tinggal di luar negeri, FBI menyarankan mereka untuk tidak pulang.

Sementara itu Kedutaan Besar Saudi Arabia di Washington menanggapi penyelidikan oleh AP, mengatakan gagasan bahwa pemerintah Saudi atau lembaganya, melecehkan warganya sendiri di luar negeri adalah tidak masuk akal.

Pangeran Abdullah bin Faisal al Saud (31) berasal dari salah satu cabang keluarga kerajaan yang paling menjadi sasaran penahanan. Pasalnya ia dianggap sebagai kritikus atau saingan sejak Pangeran Mohammed mengkonsolidasikan kekuasaan di bawah ayahnya yang sudah lanjut usia, Raja Salman.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Sumber: foxnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X