khazanah

Benarkah Banyak Bermedsos, Semakin Banyak Dosa?

Rabu, 4 Januari 2023 | 08:20 WIB
User gadget (Ratu C)

JURNAL METROPOLITAN - Di era gadget saat ini orang tidak lepas dari bergaul dengan media sosial (medsos). Tentu saja ada sisi negatif dan positifnya, tergantung penggunanya.

Bahkan, kalau tidak hati-hati bisa jatuh pada tindakan dosa. Lho kok bisa? Misalnya, ghibah, menipu atau membuka situs terlarang dalam Islam.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, pengasuh Pondok Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan Thalhah bin 'Ubaidillah radhiyallahu 'anhu berkata:

Baca Juga: Pelajar Berprestasi, Ikuti Beasiswa Indonesia Maju, untuk Raih Jenjang Pendidikan Tinggi

إِنَّ أَقَلَّ الْعَيْبِ عَلَى امْرِئٍ أَنْ يَجْلِسَ فِي بَيْتِهِ

“Semakin sering seseorang tinggal di gudang (meminimalisir pergaulan), semakin sedikit aibnya.” (Disebutkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Al-'Uzlah wa Al-Infirad)

Bahasa lainnya, kata Abduh Tuasikal, meminimalisir pergaulan akan mengurangi dosa. Artinya, semakin sering bergaul, potensi melakukan dosa semakin banyak.

Imam Al-Ghazali rahimahullah pernah berkata,

وَكُلُّ مَنْ خَالَطَ النَّاسَ كَثُرَتْ مَعَاصِيْهِ وَإِنْ كَانَ تَقِيًّا

“Siapa saja yang bergaul dengan manusia, maka akan banyak maksiatnya, walaupun dia termasuk orang bertakwa.” (Dinukil dari As-Siraaj Al-Muniir Syarh Al-Jaami' Ash-Shaghiir fii Hadits Al-Basyir An-Nadziir)

Hal di atas memang adanya, semakin banyak kita bergaul, kita sering melakukan dosa pribadi ataupun dosa sosial. Dosa pribadi seperti sombong, melarang orang lain, dan hasad. Sedangkan dosa sosial seperti memfitnah dan mengghibah.

Bergaul itu Sesuai Hajat

Dia menyebut, penjelasan sebelumnya, bukan berarti kita tidak boleh bergaul. Namun, bergaul yang tepat adalah sesuai hajat atau kebutuhan.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

Halaman:

Terkini