“Orang yang percaya itu bergaul untuk menambah ilmu, memilih diam agar selamat dari dosa, berbicara untuk mendapatkan pemahaman, dan menyendiri agar mendapat keberuntungan.” (Disebutkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Al-'Uzlah dan Al-Infirad)
Keadaan setiap orang dalam bergaul ada dua:
Pertama, yang bisa memberikan manfaat ukhrawi dan duniawi, silakan dia bergaul karena sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat pada orang lain.
Kedua, yang tidak bisa memberikan manfaat ukhrawi dan duniawi, hendaklah ia bergaul dengan teman yang sifatnya bisa memberikan kebaikan seperti membutuhkan makanan yang jadi kebutuhan darurat, atau membutuhkan obat yang diperlukan jika ada hajat.
"Dua keadaan di atas sama halnya dengan bergaul di media sosial," jelas pengasuh Pondok Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.
Kesimpulannya, tidak selamanya bergaul dan bermedsos ditinggalkan, tergantung apakah ada manfaat ukhrawi ataukah dunia yang pernah disaksikan ataukah tidak.***
Artikel Terkait
Resep Kepiting Saus Tiram yang Banyak Dicobain..!
Cocok Jadi Teman Minum Teh di Sore Hari, Ini Resep Pangsit Kakap Berguling
Pencarian Dihentikan, Basarnas Nyatakan 4 Korban Longsor Hilang di Maros Sulsel
Bocah 6 Tahun Diculik, Ditemukan Setelah Hilang 26 Hari
Banyak Pengendara Lepas Plat Nomor - Jadi Alasan Polisi Akan Berlakukan Kembali Tilang Manual
Resep Udang Saus Tiram - Lezatnya Tak Terkalahkan
Presiden Teken Keppres Naturalisasi, Pattynama Tinggal Tunggu Sumpah
Ronaldo Resmi Diperkenalkan ke Al Nassr dan Masyarakat Arab Saudi
Cristiano Ronaldo: Saya Tidak Peduli Apa Kata orang