فُضُوْلُ المخَالَطَةِ فِيْهِ خَسَرahaya secara
“Banyak teman yang dapat mendatangkan kerugian di dunia dan akhirat. Selaku hamba seharusnya bergaul sesuai kadar hajat saja.” (Badaai' Al-Fawaid, 2:821)
Baca Juga: Indonesia Butuh 210 Rumah Sakit Pendidikan
Adapun bergaul ada beberapa bentuk menurut Ibnul Qayyim rahimahullah yaitu:
"Bergaul seperti orang yang membutuhkan makanan, terus dibutuhkan setiap saat, contohnya adalah bergaul dengan para ulama," jelas Abduh Tuasikal.
Bergaul seperti orang yang membutuhkan obat, dibutuhkan saat sakit saja, contohnya adalah bentuk muamalat, kerja sama, berdiskusi, atau berobat saat sakit.
Dia menyebut bergaul yang malah kena penyakit, misalnya ada penyakit yang tidak bisa diobati, ada yang kena penyakit bentuk lapar, ada yang kena penyakit panas sehingga tak bisa bicara.
Bahkan, ada bergaul yang mendapatkan racun, contohnya bergaul dengan ahli bid'ah dan orang sesat, serta orang yang diharapkan yang lain dari jalan Allah yang menjadikan sunnah itu bid'ah atau bid'ah itu menjadi sunnah, menjadikan perbuatan baik sebagai kemungkaran dan sebaliknya.
Lihat Badaa-i' Al-Fawaid (2:821-823).
Baca Juga: Dunia Pendidikan Perlu Tahu Dunia Praktisi, Unpad Hadirkan 26 Praktisi
Orang berilmu itu memberikan manfaat pada orang Lain
Jika memang bisa memberikan manfaat pada orang lain seperti orang berilmu, maka dia bergaul karena maksud baik tersebut.
Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berlibur,
الْمُؤْمِنُ الَّذِى يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَ اهُمْمْ اuga اهُمْ اuga الْ ال ا bers merupakan
“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka.” (HR. Tirmidzi, no. 2507. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Ustadz Abduh Tuasikal mengutif Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata:
الْمُؤْمِنُ يُخَالِطُ لِيَعْلَمَ، وَيَسْكُتُ لِيَسْلَمَ، وَيَتَكَلَّمُ لِيَفَْهَمَ، وَيَخْلُو