JURNALMETROPOLITAN.com - Beredar di media sosial ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah mendatangi Mapolres Lampung Tengah.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo pada Minggu, 19 April 2026, tampak massa datang dengan menaiki beberapa truk untuk melakukan aksi solidaritas untuk mendesak pembebasan 3 warga Kampung Sri Agung, Padang Ratu.
Ketiga warga berinisial NPS (21), AS (24), dan LA (33) ditangkap oleh polisi karena diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan pada terduga pencuri motor hingga meninggal.
Massa Tak Terima Disebut Aksi ‘Pengeroyokan’
Menilik keterangan pada unggahan akun Instagram @feedgramindo, aksi massa tersebut terjadi pada 17 April 2026 lalu.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon didampingi Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan langsung turun menemui warga di Tugu Gajah Siwo Mego.
Charles menjelaskan bahwa ketiganya ditangkap karena dugaan pengeroyokan, sehingga ada dua kasus berbeda yang ditangani.
“Bermula dari adanya peristiwa pidana pencurian, menimbulkan peristiwa pidana lain, yaitu pengeroyokan sehingga terjadi adanya korban, yaitu meninggal dunia dan satunya masih di rumah sakit,” kata Charles.
Namun, belum selesai memberi penjelasan mengenai kasus terkait, terdengar salah satu warga memotong dan berteriak kalau itu bukan pengeroyokan.
“Bukan pengeroyokan Pak! Itu maling pak,” kata warga.
Baca Juga: Viral Kasus Keracunan MBG di Demak, Ratusan Santri dari 5 Ponpes jadi Korban
Charles lantas melanjutkan bahwa dari sisi hukum, tindakan pemukulan yang dilakukan beramai-ramai disebut dengan pengeroyokan.
Artikel Terkait
Empat Anggota Perguruan Silat Ditangkap Polisi Buntut Pengeroyokan di Bandung
Kronologi Pengeroyokan Tuan Rumah Pernikahan di Purwakarta, Bermula dari Gerombolan Preman yang Minta Uang 'Jatah'