“Ini anugerah Tuhan, sungai yang memberi kehidupan bagi banyak makhluk. Tapi perilaku kita masih banyak yang menzalimi alam. Hari ini saja kita angkat sekitar 1,2 ton sampah. Artinya kita masih harus banyak belajar untuk berterima kasih kepada alam,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa sampah yang ditemukan tidak hanya plastik, tetapi juga popok bayi, pakaian bekas, hingga kasur. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Yang paling memprihatinkan itu popok bayi dan styrofoam, karena sulit terurai. Ini jadi bukti bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.
Baca Juga: Rapat Finalisasi PSEL, Bogor Menuju Pengolahan Sampah Berbasis Energi
Dedie juga mengimbau pelaku industri, khususnya produsen makanan, untuk turut berperan dalam pengelolaan sampah, termasuk melalui sistem pemilahan dan distribusi limbah yang lebih baik.
Kegiatan Operasi Plastik ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kota Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, serta unsur TNI, Polri, relawan, dan komunitas lingkungan.
Melalui inisiatif ini, Sunset di Kebun menegaskan perannya bukan hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai medium edukasi dan penggerak perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.(*)
Artikel Terkait
Bunga Bangkai Amorphophallus Titanum Mekar Sempurna, Ratusan Pengunjung Padati Kebun Raya Bogor
Tak Mudik? Rasakan Suasana Kampung di Kebun Raya Bogor Lewat Program 'Poelang Kampoeng'
Momentum Idul Fitri di Kebun Raya Bogor, Prof Arif Satria Tekankan Rekonstruksi Peradaban