Selain mendapatkan teriakan dari massa, terduga pelaku juga mendapat makian dari warga yang marah.
“Astaghfirullah, kenapa begitu benar-benar bia**b,” ujar salah satu warga.
Sementara menurut penuturan Kapolsek Samarang, AKP Hilman, pihaknya menerjunkan aparat setelah menerima informasi bahwa ada dugaan pemimpin ponpes di Kampung Boboko melakukan pelecehan seksual dan rumahnya didatangi warga.
“Terduga (pelaku) kami amankan ke Polres Garut, rumahnya masih diamankan agar tidak ada perusakan,” ucap Hilman.
Kronologi Terungkapnya Dugaan Pelecehan Seksual
Kasus tersebut mencuat setelah korban yang berusia sekitar 15 tahun berani menceritakan perlakuan oknum pimpinan ponpes kepada orang tua temannya.
Orang tua korban kemudian mengetahui hal tersebut dan meminta bantuan kepada Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHR) di bawah naungan DPC PDI Perjuangan Garut dan membuat laporan secara hukum kepada polisi.
Diduga peristiwa tersebut dialami oleh korban selama setahun terakhir dengan modus yang digunakan oleh terduga pelaku adalah membangunkan korban untuk salat malam.
Tak hanya melakukan kekerasan seksual, terduga pelaku juga dituding melakukan kekerasan fisik kepada korban.
Sementara kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut, polisi menyebut belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.(*)
Artikel Terkait
Ingat Kasus Pencabulan di Lingkungan Ponpes, Cak Imin Janji Bakal Tindak Pesantren Sesat
Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan, 50 Santriwati Diduga jadi Korban
Geger Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri, Mantan Pengikut Bongkar Doktrin Pelaku pada Santri