Baca Juga: Kunjungi Pasar Jambu Dua, Dedie Rachim Apresiasi Tingginya Minat Pelaku UMKM Kuliner
"Jadi kita memiliki satu kebijakan yang holistik melalui PSEL, dimulai dari pemilahan sampah di hulu, kemudian reduce, reuse, dan recycle. Sampah yang benar-benar sudah tidak memiliki nilai ekonomis itulah yang seharusnya masuk ke dalam PSEL," katanya.
Nantinya, energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut akan dibeli oleh PT PLN (Persero) untuk menjadi bagian dari pasokan listrik nasional.
Manajer PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa PLN siap mendukung berbagai upaya pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan.
"Kami dari PLN sangat bersemangat menyambut hadirnya PSEL. Kami memiliki target pada tahun 2040 sebesar 40 persen bauran energi berasal dari energi baru terbarukan. Saat ini porsinya baru mencapai sekitar 16 persen. Dengan adanya berbagai kebijakan ini, tentu akan sangat membantu kami mempercepat pencapaian target tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, PLN juga telah menyiapkan rencana teknis penyaluran listrik langsung ke gardu induk sebagai bentuk kesiapan menyambut operasional PSEL Galuga maupun PSEL Kayu Manis.
"Jadi secara teknis kami siap menerima energi baru terbarukan yang dihasilkan dari PSEL," tegasnya.(*)
Artikel Terkait
Tinjau Lokasi Longsor Batu Tulis, Wakil Wali Kota Dedie A Rachim Pastikan Perbaikan Tepat Waktu
Ramadan Dengan Cinta, Dedie A Rachim Ajak Influencer Berbagi Kasih di Bulan Suci
Wali Kota Dedie A Rachim Lantik 62 Pejabat Baru di Lingkungan Pemkot Bogor