Satgas Pangan Polri Ungkap Ketakutan yang Dirasakan Produsen Beras Premium, Penyebab Stok di Ritel Menipis

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 22:42 WIB
Satgas Pangan Polri Ungkap Ketakutan yang Dirasakan Produsen Beras Premium, Penyebab Stok di Ritel Menipis
Satgas Pangan Polri Ungkap Ketakutan yang Dirasakan Produsen Beras Premium, Penyebab Stok di Ritel Menipis

 


JURNALMETROPOLITAN.com - Satuan Tugas (Satgas) Pangan membenarkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, stok beras premium di toko ritel mulai menipis.

Satgas Pangan menemukan penyebab kekosongan bukan dari pihak ritel yang menarik peredarannya, tapi karena ketakutan produsen beras premium.

“Memang ada penurunan (stok beras), otomatis karena informasinya mereka (produsen) melakukan penarikan. Bukan penarikan, tetapi menghabiskan stok yang ada di ritel dan tidak mengisi kembali,” ujar Kepala Satgas Pangan Polri, Helfi Assegaf, di kantor Ombudsman Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Baca Juga: 5 Jurus Menyusun Strategi Bisnis dengan Bantuan AI, Mulai dari Riset Pasar hingga Bangun Brand yang Kuat

Alasan produsen tak lagi mengirim beras ke ritel, menurut Helfi karena ada ketakutan yang dirasakan oleh para produsen tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa para produsen takut ditangkap jika setelah hasil uji lab tak sesuai dengan standar beras premium pemerintah.

“Apa masalahnya, kami dalami kenapa tidak mau mengisi lagi? Mereka bilang ‘Kami takut Pak nanti ditangkap’. Kalau uji lab, sesuai komposisi, kenapa takut?” imbuhnya.

Baca Juga: Danantara Indonesia Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Hasil Kerja Sama dengan Organisasi Pendidikan Terbaik di Dunia

Menurut Helfi, jika produsen beras sudah jujur sesuai keterangan beras di kemasan dan aturan pemerintah, seharusnya tak ada lagi yang perlu ditakutkan.

Kemasan beras memberikan informasi berupa data angka yang seharusnya sesuai dengan kondisi fisik beras di dalamnya.

“Saya kira kalau kalian sesuai dengan apa yang kamu tempel di label, ya nggak ada masalah, perizinanmu ada, semuanya ada, terus apa masalahnya? Karena kalian takut sendiri menjual yang tidak sesuai komposisi,” terangnya.

Baca Juga: Saham Nissan Tetiba Anjlok 6 Persen usai Mercedes-Benz Lepas Kepemilikan Senilai Rp5,4 Triliun

Untuk mengakalinya, Helfi mengungkapkan produsen bisa menjualnya sebagai beras curah namun harus tetap sesuai standar.

Langkah hukum baru akan diambil oleh Satgas Pangan jika ditemukan kecurangan dilakukan oleh produsen yang melanggar aturan pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X