Curhat Kepala Desa di Aceh Tengah usai Bencana, Ngaku Enggan Diberi Bantuan dan Harapkan Bisa Kembali Bekerja

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 13 Januari 2026 | 11:59 WIB
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait perjuangan warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah. (Instagram.com/@salimafillah_official)
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait perjuangan warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah. (Instagram.com/@salimafillah_official)



JURNALMETROPOLITAN.com- Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera hingga kini semakin menyita perhatian publik Tanah Air.

Peristiwa yang terjadi pada akhir November 2025 lalu itu menimbulkan kerusakan besar di wilayah terdampak, termasuk di Kabupaten Aceh Tengah.

Sejumlah akses jalan tertutup akibat jembatan yang terputus usai diterpa derasnya aliran banjir bandang di wilayah setempat.

Terkini, perjuangan warga di Aceh Tengah pascabencana untuk pulih dari keadaan, diungkap oleh pendakwah asal Yogyakarta, Salim A Fillah.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @salimfillah_official, pada Minggu, 4 Januari 2026, Salim mengungkapkan perbincangan singkatnya dengan seorang kepala desa di Kabupaten Aceh Tengah.

Baca Juga: Singgung Pandji Pragiwaksono, Ahok Soroti soal Kebebasan Berekspresi dan Gaya 'Disclaimer' di Materi Komedi Mens Rea

"Patah hati terbesar kami ketika mendengar cerita dari Pak Reje," ujarnya.

Akses Jalan Terputus, Warga Merana

Salim menjelaskan, akses jalur darat pada sejumlah wilayah di Aceh Tengah hingga kini masih tertutup akibat putusnya jembatan dan jalan yang longsor.

"Inilah yang menyebabkan kami fokus pada perbaikan akses, karena masalah ini vital," tegasnya. 

"Jika akses terputus, maka ekonomi tidak bisa berputar. Masyarakat tidak bisa jual beli," imbuh Salim.

Kepala Desa di Aceh Tengah: Kami Bukan Orang Malas

Dalam cuplikan video tersebut, Pak Reje atau sebutan untuk kepala desa di Kabupaten Aceh itu mengeluhkan akses jalan menuju desanya yang tertutup pascabencana.

Baca Juga: Usai Roasting Wapres Gibran di Show Mens Rea, Panji Pragiwaksono Disebut Bisa Kena Pasal Penghinaan dalam KUHP Baru

"Kalau seandainya pak, akses jalan kami bisa lewat, kami tidak perlu bantuan pak," ucap sang kepala desa.

"Kami bukan orang malas di sini, kami orang petani pak, kami tahu diri," tegasnya.

Kepala desa yang enggan disebutkan namanya itu lantas menceritakan anak-anaknya yang kesulitan mendapatkan penerangan saat malam hari tiba.

"Kami cuman butuh makan pak, dan anak-anak kami sekarang ini juga sudah berapa bulan ini?" tanya sang kepala desa.

"Dia sudah tidak mengaji dengan tidak ada penerangan, tidak bersekolah karena seragamnya hanyut," tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan pada Kamis, 8 Januari 2026, postingan tersebut telah disukai oleh 115,204 pengguna Instagram.

Baca Juga: Kegembiraan Anak-Anak Dusun Pedalaman Aceh Utara Terima Kasur dan Selimut, Warganet: Tetap Happy ya Kalian!

Kolom komentar pun dipenuhi doa dan dukungan dari warganet untuk para warga yang terdampak bencana di Sumatera.

"Ya Allah, angkatlah derajat saudara kami di Sumatera dan Aceh. Hilangkan kesedihannya, mudahkan semuanya," tutur warganet dengan akun @guppymida.

"Mudahkan urusan mereka, angkat derajat mereka," tulis warganet lainnya melalui akun @ambardeadeeva.***.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X