Cerita Warga saat Terjadi Banjir Bandang di Desa Penakir Pemalang, Dengar Suara Gemuruh Keras Sebelum Air Hantam Jembatan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:15 WIB
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir datang menerjang permukiman. (Instagram/rinna_125)
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir datang menerjang permukiman. (Instagram/rinna_125)

JURNALMETROPOLITAN.com - Banjir dan tanah longsor yang menerjang Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang meninggalkan trauma kepada warganya.

Banjir datang menerjang area permukiman warga pada Jumat Petang, 23 Januari 2026 dan puncaknya terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, pukul 02.00 WIB dini hari.

Detik-detik terjadinya banjir diungkap oleh salah satu warga Penakir dalam unggahannya di akun Instagram @rinna_125 pada Rabu, 28 Januari 2026.

Kepanikan warga terekam dalam video, menunjukkan saat masyarakat desa saling berteriak untuk mengingatkan yang lain agar segera keluar dari rumah masing-masing.

Warga Mendengar Gemuruh hingga Suara Banjir yang Hantam Jembatan Desa

Video yang diunggah menunjukkan kondisi Desa Penakir yang gelap karena mati listrik dan angin kencang saat kejadian.

Baca Juga: Curhatan Chiki Fawzi, Ungkap Mendadak Dicopot dari Petugas Haji 2026: Tiba-tiba Pemberitahuannya Ada Arahan Atasan

“Malam itu kami sedang berkumpul di dapur, sekitar jam 5 sore lebih, pas pertama kali terdengar suara gemuruh dari belakang rumah tapi tidak begitu besar, bapak dan kakak-kakakku lari ke sungai untuk mengecek banjir, katanya masih bisa aman,” ungkap pemilik akun, dikutip dari keterangan pada unggahannya.

Selanjutnya, suara gemuruh kembali terdengar sekitar pukul 18.00 WIB dan lebih keras dari sebelumnya.

“Ternyata benar, banjir yang sangat besar datang dan menghantam jembatan seperti suara bom yang diledakkan dan banjir meluap ke jalanan,” imbuhnya.

Listrik Padam dan Banjir Hanyutkan Rumah di Pinggir Sungai

Saat kejadian banjir, sedang turun hujan deras dan listrik di Desa Penakir padam.

Baca Juga: Sungai Bekas Banjir di Bener Meriah Mendadak jadi Lokasi Wisata, Warganet Ingatkan Masyarakat Tetap Hati-hati

“Malam yang sangat menakutkan, malam dan hari yang benar-benar membuat trauma seumur hidup, hujan yang sangat deras dan angin yang sangat kencang. Listrik mati, kami berlari ke bawah ke arah Desa Krajan, di sana aku dan keluargaku mengungsi di rumah uwa,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X