JURNALMETROPOLITAN.com - Sebuah postingan mendadak viral di jagat media sosial (medsos) yang memperlihatkan seorang wanita yang diketahui merupakan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bengkulu, Wehelmi Ade Tarigan.
Postingan itu menuai kritikan tajam usai Wehelmi menyerang balik netizen yang diduga menjadi sumber polemik aksi pelaku joget di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di medsos.
Sebelumnya diketahui, aksi itu menuai reaksi keras dari netizen lantaran berperilaku tidak etis seraya dianggap memamerkan pendapatan Rp6 juta per hari.
Pelaku joget itu juga telah menyampaikan permintaan maaf di hadapan publik usai SPPG-nya resmi dibekukan oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
Terlebih, setelah pria tersebut berjoget diiringi musik di dalam sebuah ruangan yang juga tampak logo BGN.
Kembali soal Wehelmi, pemilik SPPG di Bengkulu itu kini menjadi sorotan usai dirinya yang terang-terangan membela pelaku pamer Rp6 juta.
Lantas, bagaimana komentar Wehelmi usai viral pelaku pamer Rp6 juta yang kini ramai dicancel atau ditolak netizen di medsos? Begini katanya.
Tuding Netizen Sering Suudzon
Dalam video yang beredar, Wehelmi melalui akun medsos pribadinya, menanggapi kritik publik yang sebelumnya ramai diarahkan kepada pelaku MBG.
Hal itu, termasuk terkait aksi joget dan pernyataan pendapatan Rp6 juta dalam pengelolaan SPPG yang dinilai menuai kontroversi.
Wehelmi lantas menuding, netizen di medsos hanyalah mengutarakan prasangka buruk atau suudzon usai viral kasus tersebut.
Artikel Terkait
Kronologi Petugas SPPG di Bogor yang Diduga Cemari Area Masjid, Bermula saat Aktivitas Cuci Bahan Baku
SPPG Milik Pria yang Viral Gegara Pamer 'Rp6 Juta per Hari' Dibekukan usai Sempat Joget-joget di Dapur MBG Tanpa APD
Minta Maaf Lagi Usai BGN Hentikan Sementara SPPG Pangauban, Hendrik: Tidak Ada Niat Lecehkan Rakyat Indonesia