Dalam penuturan BGN, terdapat menu berupa sandwich, telur ceplok, selada dan timun, es kuwut, serta keju slice.
Di antara menu-menu yang dibagikan SPPG di Pemalang tersebut, es kuwut dinilai menjadi penyebab utama kasus dugaan keracunan.
"Berdasarkan gejala siswa terdampak juga menunjukkan penyebab utamanya berasal dari air yang digunakan untuk menyiapkan es kuwut yang berbahan sirup marjan, melon, selasih, serutan buah melon, dan air," papar BGN.
"Serta waktu menyerut buah melon terlalu dini sehingga jangka waktu pengolahan dan konsumsi terlalu jauh," tambahnya.
Distribusi SPPG Dihentikan
Sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, BGN telah menerbitkan surat pemberhentian distribusi sementara dari SPPG terkait ke pihak sekolah terdampak sejak 16 Maret 2026.
Selama pemberhentian operasional sementara, SPPG terkait juga diimbau wajib melakukan renovasi dan perbaikan.
Baca Juga: Viral Mobil Lewat Dalam Toko Oleh-oleh di Leuwipanjang Bandung, Cara Tak Biasa Masuk ke Rumah
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak BGN maupun pihak korban atas dugaan keracunan MBG di Pemalang tersebut.(*)
Artikel Terkait
Ditanya soal MBG yang Diklaim Sumbang 48 Persen Keracunan Pangan, Menko Pratikno Sebut-sebut Zulhas hingga Cak Imin
Kepala SPPG Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab Buntut Dugaan Kasus Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus Jawa Tengah
Kronologi Lengkap versi Sekolah usai 118 Siswa SMAN 2 Kudus Alami Keracunan Diduga Akibat Menu MBG yang Tak Layak Konsumsi