Mengunyah Makanan Secara Perlahan Bisa Bantu Cegah Diabetes dan Jantung

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 30 April 2025 | 17:06 WIB
Ilustrasi mengunyah permen karet (Freepik.com)
Ilustrasi mengunyah permen karet (Freepik.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Seorang dokter asal Austria, Peter Gartner menyebut kebiasaaan mengunyah makanan dengan baik dan perlahan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah diabetes dan penyakit jantung.

Menurut Gartner, makan seharusnya tidak dilakukan dengan terburu-buru berisiko tersedak dan kemungkinan makanan tidak dicerna sempurna. Selain itu, menelan tanpa mengunyah dengan baik juga dapat menyebabkan radang usus serta merusak sel-sel kekebalan.

Gartner mengatakan, rata-rata orang mengunyah makanan hanya dalam 10 detik. Padahal, mengunyah dalam jumlah kunyahan ideal (sekitar 30 kali) membuat makanan 'dipecah' oleh air liur dan dikirim ke usus dalam bentuk yang lebih mudah dicerna.

Baca Juga: Dianggap Jadi Hewan Pengganggu, Ini Tips Penanganan Hama Tikus

Dia menambahkan, menjaga usus dalam kondisi yang baik dapat mencegah protein yang terkait dengan parkinson berpindah dari usus ke otak. Terlebih, kinerja usus yang buruk telah dihubungkan dengan diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan depresi.

Rekomendasi Gartner untuk mengunyah perlahan didasarkan pada teori pelopor medis abad ke-20, Franz Mayr yang percaya bahwa kesehatan umum yang baik terkait dengan usus dan pasien dapat diobati dengan menjaganya agar tetap dalam kondisi yang baik.

"Idenya (Mayr) adalah usus adalah pusat tubuh kita. Terbukti bahwa dia benar. Segala sesuatu di tubuh kita secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan usus kita," jelas Gartner seperti dikutip dari laman PMJ News,***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X