Berawal dari Cacat Produksi, Boneka 'Kuda Menangis' Justru Mendadak Laris Manis Jelang Momen Imlek 2026, Gara-gara Apa?

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 9 Februari 2026 | 11:57 WIB
Ilustrasi suasana imlek 2026. (Kredit: Pexels/Min An)
Ilustrasi suasana imlek 2026. (Kredit: Pexels/Min An)

JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik menantikan, dalam waktu dekat masyarakat Indonesia bakal menyambut adanya perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

Bagi yang belum tahu, Tahun Baru Imlek adalah perayaan tahun baru dalam penanggalan Cina berbasis lunar, yang dirayakan selama 15 hari oleh masyarakat Tionghoa di berbagai negara.

Perayaan ini, sarat makna budaya, doa, serta tradisi khas seperti warna merah, makanan simbolis, dan penghormatan leluhur.

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026.

Secara astrologi Tiongkok, Imlek 2026 akan menandai peralihan dari Tahun Ular Kayu ke Tahun Kuda Api.

Baca Juga: Viral Curhatan Ibunda Keisya Levronka soal Insiden Putranya yang Terjatuh dari Gedung Lantai 6 Kampus pada 2 Tahun Lalu

Berkaca dari hal itu, kini mencuat di media sosial (medsos) tentang kehadiran boneka kuda berwajah cemberut yang mendadak jadi primadona menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

Bukan hanya karena desainnya yang menggemaskan, melainkan justru karena ekspresinya yang murung, seolah mewakili perasaan para pekerja masa kini.

Usut punya usut, boneka kuda menangis ternyata lahir dari sebuah kesalahan. Begini ceritanya.

Curhat Pemilik Toko di China

Menukil dari South China Morning Post (SCMP), pada Selasa, 3 Februari 2026, pemilik toko Happy Sister di Yiwu, China, Zhang Huoqing mengungkapkan ekspresi sedih pada boneka khas Imlek itu muncul karena seorang pekerja menjahit senyum kuda secara terbalik.

"Awalnya, Zhang mengira ia harus mengembalikan uang pelanggan yang terlanjur membeli boneka “cacat” tersebut," demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Viral Rombongan Keluarga Pengantin Keluhkan Jalan Rusak di Lampung Barat saat Menuju Lokasi Bahagia

Kendati demikian, hal yang terjadi justru sebaliknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X