ragam

Saat Penemuan Rafflesia hasseltii Jadi Sorotan Internasional, Universitas Oxford: Lebih Sering Dilihat Harimau Ketimbang Manusia

Minggu, 30 November 2025 | 09:00 WIB
Mengintip kisah penemuan Rafflesia hasseltii di pedalaman hutan Sumatera Barat. (Instagram.com/@oxford_uni)

Septian Andriki, pemandu dari Bengkulu, ikut membagikan kisahnya terkait ekspedisi berat tersebut.

Dalam unggahan Instagram @bujangpalala44 pada Jumat, 21 November 2025, Septian mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa terlibat langsung dalam ekspedisi langka ini.

“Saya bisa bertemu dan melihat jamur Rafflesia muka harimau (Rafflesia hasseltii)," tulis Septian.

"Mungkin saya sangat beruntung dan terima kasih kepada keluarga, saudara, dan teman-teman saya yang telah membantu dan mendukung sedikit kerja keras selama beberapa tahun menunggu dan bersabar tentang di mana dan kapan bunga ini mekar,” sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Minta Pejabat Tak Banyak Omon-omon, Fokus Beri Hasil Cepat

Di sisi lain, Septian juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Chris Thorogood yang melibatkannya dalam ekspedisi tersebut.

“Terima kasih, karena melibatkan saya dalam ekspedisi Rafflesia Sumatera,” ungkapnya.

Serba-serbi Rafflesia hasseltii: Cendawan Muka Rimau

Berdasarkan laporan Plantamor, Rafflesia hasseltii merupakan spesies bunga parasit dari famili Rafflesiaceae yang banyak ditemukan di wilayah Sumatera Barat dan bagian tengah, serta sebagian Kalimantan Barat.

Tumbuhan ini dikenal dengan sebutan “Cendawan Muka Rimau” atau “Raflesia Merah Putih” karena motif kelopaknya yang menyerupai wajah harimau.

Nama ilmiahnya pertama kali dipublikasikan oleh Willem Frederik Reinier Suringar pada tahun 1879.

Baca Juga: Pegadaian Rilis App Baru, Langsung DIbanjiri Review Jelek Netizen: Pengguna Keluhkan Eror hingga OTP Tidak Masuk

Bunga ini termasuk tumbuhan holoparasit yang hidup pada inang Tetrastigma leucostaphyllum.

Berdasarkan data World Wide Fund for Nature (WWF)​​​​​, diameter Rafflesia hasseltii saat mekar dapat mencapai 30-50 cm.

Bunga ini sangat jarang ditemukan karena masa mekarnya hanya berlangsung hitungan hari sebelum layu.

Halaman:

Tags

Terkini