"Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami," demikian tertulis dalam keterangan manajemen Daidan.
Di sisi lain, langkah pemecatan itu dinilai dengan dalih, sikap Anita dinilai tak sesuai dengan nilai-nilai dan budaya kerja yang dianut perusahaan.
"Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan," imbuh perusahaan.
Baca Juga: SEA Games 2025: Ini Perubahan Drawing dan Jadwal Lengkap Timnas U-22 Indonesia
Daidan juga mengutarakan pihaknya turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami petugas KAI gara-gara curhatan Anita.
"Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan publik tersebut," terang Daidan.
"Dan sangat mengapresiasi, setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini," tutupnya.
Tak hanya Anita, suaminya, Alvin Harris juga ikut terdampak setelah kisruh terkait kasus kehilangan tumber itu viral di medsos.
Tempat Kerja Suami Anita Ikut Bicara
Setelah ramainya kasus tersebut, warganet sempat mendesak Roemah Koffie untuk memecat Alvin dengan menggeruduk akun resmi perusahaan di medsos.
Menyikapi hal itu, Roemah Koffie pun akhirnya buka suara merespons kasus hilangnya tumbler yang juga menyeret Alvin yang merupakan karyawan kedai kopi itu.
Manajemen menyatakan tengah berkomunikasi dan melakukan rekonsiliasi dengan pihak-pihak yang terdampak kasus tersebut.
"Kami memastikan bahwa setiap langkah yang kami tempuh senantiasa berlandaskan pada kebenaran dan kebaikan," tulis manajemen Roemah Koffie pada Kamis, 27 November 2025.
"Harapan kami, proses ini dapat menjaga empati dan rasa hormat yang selama ini menjadi nilai yang ingin kita junjung bersama," sambungnya.