JURNALMETROPOLITAN.com - Kebun Raya Cibodas (KRC) kini telah berusia 174 tahun. Kebun yang berlokasi dibawah kaki Gunung Gede Pangrango ini terus berkontribusi dalam konservasi alam dan keanekaragaman hayati, salah satunya dengan merevitalisasi Taman Lumut.
Revitalisasi Taman Lumut ini hadir sebagai penguatan fasilitas edukasi. Taman ini pertama kali dibangun pada tahun 2006 dan kembali direvitalisasi pada September 2025, dengan fokus pembenahan pada beberapa area taman. Taman lumut di KRC ini merupakan taman lumut terbesar di Indonesia.
Taman seluas 1.500 m2 ini mewakili tiga kelas lumut yang ada yakni lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), dan lumut daun (Bryopsida).
Baca Juga: Sekam Bakar dan Tanaman Hias Kota Bogor Tembus Negeri Kincir Angin
Sebanyak 35 jenis diantaranya sudah teridentifikasi secara ilmiah hasil
kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra strategis BRIN dalam mengelola KRC.
Pada taman ini, telah dilakukan penanaman dan penataan secara khusus pada area planter dan kolam sesuai habitat aslinya. Keberadaan taman ini tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari konservasi, tapi juga sebagai media edukasi yang memperkenalkan tentang teori evolusi tumbuhan dari tumbuhan non-vascular (tak berpembuluh) ke tumbuhan vascular (berpembuluh) kepada masyarakat luas.
Beberapa spesies yang ada di Taman Lumut merupakan jenis lumut asli area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dari hasil eksplorasi BRIN sebagai wujud konservasi lumut.
Baca Juga: Kelas Edukasi Tanaman Hias Unik Kokedama di Kebun Raya Purwodadi Diminati Pengunjung
Sebagai bagian dari pembaruan, dilakukan penataan ulang lanskap dengan menambahkan beberapa jenis bebatuan untuk memperkuat aspek estetika.
Selain itu, penggunaan material ini juga memiliki fungsi ekologis, yakni mampu menyerap dan mempertahankan kelembapan, sehingga mendukung kondisi mikrohabitat yang ideal bagi pertumbuhan lumut.
Tak hanya itu, untuk memperkaya jenis tanaman dilakukan penambahan beberapa jenis lumut dan tanaman paku-pakuan akuatik seperti Taxiphyllum barbieri, Riccia fluitans dan Java fern (Microsorum Pteropus).
Jenis-jenis tersebut dikenal luas dalam dunia aquascape karena kemampuannya hidup pada lingkungan perairan serta nilai estetikanya yang tinggi.
Baca Juga: Artis Senior Tanah Air, Anjasmara Belajar Langsung Soal Tanaman Hias di Kebun Raya Bogor