JURNAL METROPOLITAN - Batik menjadi warisan budaya yang harus tetap dilestarikan. Untuk menunjukkan kebangaan terhadap batik, momen bersejarah KTT G20 pun menjadi sarana untuk lebih menduniakan batik.
Semangat mengangkat batik ke dunia sudah dilakukan jauh jari sebelum peristiwa KTT G20 yang berlangsung di Bali 15-16 November 2022 ini.
Tepatnya ketika Indonesia didapuk menjadi tuan rumah Presidensi KTT G20 pada Desember 2021 lalu. Sejak itu dipilih logo KTT G20 di bali dengan menggunakan tema batik.
Baca Juga: Momen Bahagia Rachel Amanda, Dilamar di Pinggir Sawah dan Berakhir di Pelaminan
Logo dengan dengan warna dasar merah-putih, serta desain yang memadukan memadukan siluet gunungan dan motif batik kawung, logo Presidensi G20 Indonesia itu menunjukkan identitas bangsa Indonesia.
Untuk gunungan itu sendiri merupakan penggambaran kehidupan di alam semesta, khususnya perpindahan menuju babak baru.
Hal itu mencerminkan optimisme dan semangat untuk pulih dari pandemi dan memasuki babak baru pembangunan hijau dan inklusif. Sementara itu, motif batik kawung mencerminkan semangat untuk berguna bagi sesama.
Selain itu motif batik kawung yang digunakan merepresentasikan semangat pemulihan ekonomi secara bersama. Sedangkan dalam lakon pewayangan, gunungan digunakan sebagai pembuka atau penutup suatu babak pertunjukan wayang.
Baca Juga: Jangan Tunda Lihat Rekening, Dana BOS untuk Madrasah Cair
“Perpaduan gunung dan kawung terlihat sebagai sulur tanaman yang terus tumbuh, ini merupakan representasi semangat pemulihan ekonomi secara bersama,” kata Menteri Luar Ngeri beberapa waktu lalu.
Memperkenalkan batik juga dilakukan dengan memberikan souvenir batik pada delegasi KTT G20. Souvenir batik dalam bentuk scraf yang diberikan tersebut merupakan batik tulis Lasem.
Sementara CEO Tesla Motors, Elon Musk dan Twitter yang hadir dalam diskusi bertajuk Navigating Future Disruption of Global Technological Innovation juga mengenakan batik.
Batik yang dikenakan Elon Musk adalah batik Bomba warna hijau asal Sulawesi Tengah yang diberikan oleh Anindya Bakri.
Para menteri Indonesia juga memanfaatkan KTT G20 untuk mengenalkan batik. Seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Minggu (13/11/2022) di acara Finance and Health Hackathon 2022 di Hotel Mulia, Nusa Dua tampil mengenakan atasan dari bahan Tenun Buku Sulawesi warna putih berwana emas dan bermotif rintik hujan.
Artikel Terkait
Nostradamus Orang Zaman Baheula yang Ramal Kota Surabaya Akan Hancur Lebur. Benarkah?
Ada Tradisi Minum Kopi di Malioboro Coffe Night, Mengenal Minum Kopi yang Tidak Sekali Jadi
Tim Keamanan KTT G20, Siap Kerja mulai dari Pengawalan, Prakira Bencana hingga Larangan Main Layang-layang
Wow KTT G20 Diliput 2.331 Media Dalam dan Luar Negeri, Ini Fasilitasnya
Bali Ambruk Saat Pandemi, Kini Perputaran Uang Triliunan Terjadi di KKT G20