Antara Sumitronomics dan APBN
Purbaya lalu memosisikan APBN sebagai katalis untuk memperkuat sektor swasta. Fokusnya pada sektor bernilai tambah tinggi seperti pertanian, manufaktur, industri padat karya, dan pariwisata.
Sektor-sektor ini dianggap mampu menciptakan lapangan kerja besar sekaligus mendorong ketahanan ekonomi.
Selain itu, Menkeu Purbaya memastikan pemerintah ingin mengoptimalkan Danantara sebagai kendaraan investasi strategis agar Indonesia lebih kuat di rantai pasok global.
Baca Juga: Mahfud MD Bersedia Bergabung dengan Komite Reformasi Polri, Istana Sambut Positif
"Danantara diperkuat perannya untuk akselerasi investasi di sektor-sektor produktif dan bernilai tambah tinggi dan memperkuat posisi Indonesia di global value chain," ungkapnya.
Jalan Koboi Purbaya: Likuiditas dan Deregulasi
Kebijakan Purbaya disebut “koboi” karena berani mengambil langkah tak lazim. Salah satunya dengan mengalihkan Rp200 triliun dana pemerintah dari Bank Indonesia ke bank himpunan milik negara (Himbara).
Tujuannya sederhana, yakni memperbesar likuiditas agar kredit usaha meningkat, konsumsi naik, dan investasi berjalan.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan deregulasi untuk mempercepat izin usaha dan membentuk satgas khusus guna memantau proyek strategis.
Dengan cara ini, Purbaya berharap hambatan birokrasi bisa dipangkas dan iklim investasi lebih kondusif.
"Saat ini akan dibentuk satgas percepatan program strategis pemerintah yang akan monitor evaluasi dan melakukan debottlenecking koordinasi lintas sektor," tegas sang Menkeu baru RI.
DPR: Gaya Koboi Purbaya Longgarkan Ketatnya Pasar
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah menyebut gaya koboi Purbaya justru bisa melonggarkan pengetatan pasar keuangan.