Insentif promo potongan harga, baik diskon ataupun cash back, bisa dimanfaatkan tak hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tapi juga membantu perekonomian pelaku usaha yang pada akhirnya berdampak pada perbaikan ekonomi nasional.
Pelaksanaan Harbolnas merupakan salah satu upaya untuk menjaga tingkat konsumsi. Selain itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui upaya peningkatan permintaan dan konsumsi masyarakat.
Mendag berharap program Harbolnas tahun ini berjalan dengan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha di bidang niaga elektronik (e-commerce), khususnya pelaku UMK dalam memasarkan produknya lebih efisien dengan jangkauan global.
Baca Juga: Ayo Ikutan Daftar Rekrutmen Bersama BUMN Batch ke 2 yang Sudah DIbuka Kembali, Ini Caranya
"Konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga, salah satunya dengan mengedepankan dan memanfaatkan ekonomi digital. Ekonomi digital juga salah satu metode mitigasi menahan dampak negatif pandemi terhadap perekonomian," katanya.
Peran sektor perdagangan lanjut Mendag Zulkifli Hasan, adalah menjaga agar konsumsi tetap meningkat dan menjaga agar neraca perdagangan tetap surplus. Kebijakan Kemendag adalah melakukan stabilisasi harga, penguatan pasar dalam negeri, dan peningkatan ekspo.
Sejauh ini hasil penyelenggaraan Harbolnas 2018 ─2021 menunjukan angka transaksi yang terus meningkat. Pada 2021, Harbolnas mampu mencatatkan transaksi sebesar Rp18,1 triliun atau meningkat 56 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Berikut Cara Cek BI Checking Online Lewat iDebKu OJK
Konsumsi produk lokal pada gelaran Harbolnas pun menunjukkan angka yang terus meningkat. Harbolnas 2021 mampu mencatatkan konsumsi produk lokal sebesar Rp8,5 triliun atau meningkat hampir 40 persen dari tahun sebelumnya.
Pada kesempatan ini Mendag mengapresiasi idEA dan Pelaku Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang terlibat dalam gelaran Harbolnas tahun ini, yang telah memberikan ruang bagi produk dan pelaku usaha dalam negeri pada setiap gelaran Harbolnas.
Seperti diketahui, asosiasi idEA sebagai penyelenggara Harbolnas memperkirakan adanya kenaikan transaksi dibanding tahun lalu. Prospek ekonomi Indonesia ke depannya juga diperkirakan tetap menjanjikan. Hal ini tercermin misalnya dari indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus berada di level optimis. ***