Memperkuat Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Bogor: Transformasi untuk Pelayanan Prima (1)

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 30 April 2025 | 17:23 WIB
Memperkuat Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Bogor: Transformasi untuk Pelayanan Prima (1) (Istimewa)
Memperkuat Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Bogor: Transformasi untuk Pelayanan Prima (1) (Istimewa)

JURNALMETROPOLITAN.com - Di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit menjadi aspek krusial yang tak bisa diabaikan. RSUD Kota Bogor, sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama, telah melakukan serangkaian inovasi untuk memperkuat kompetensi tenaga medisnya guna mendukung terwujudnya pelayanan prima. Lalu transformasi apa saja yang telah dilakukan?

Oleh : Patrick

Sebelum transformasi, RSUD Kota Bogor menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan SDM. Mulai dari proses rekrutmen yang kurang terstruktur, minimnya pelatihan, serta komunikasi yang tidak efektif menjadi kendala utama. Banyak pegawai yang merasa kurang terampil dan tidak siap menghadapi tuntutan pelayanan yang terus berkembang.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Pelatihan RSUD Kota Bogor, Ahmad Irawan, M.Si mengungkapkan, bila RSUD Kota Bogor telah mengalami transformasi signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dibawah kepemimpinan dr. Ilham Chaidir, M.Kes.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Ciptakan Ketertiban, Eks Pengamen Kini Tampil Sebagai Musisi Kota

Sebagai contoh dalam proses rekrutment tenaga medis misalnya. RSUD Kota Bogor melakukan proses seleksi secara selektif dengan fokus pada kualifikasi dan potensi individu. Tenaga medis yang memiliki kompetensi dan semangat melayani yang akan diterima untuk bekerja.

Sementara terkait pengukuran kompetensi petugas medis, RSUD telah bertransformasi menjadi lebih modern dan adaptif. Perubahan ini dianggap penting mengingat dinamika dunia Kesehatan terus mengalami perkembangan, dimana kebutuhan pasien dan teknologi medis terus mengalami perubahan.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada Masyarakat, RSUD Kota Bogor menerapkan standar wajib profesi bagi lulusan lulusan D4/S1 bagi perawat, nutrisionis, bidan, dan farmasi. Sementara bagi mereka yang sudah lebih dahulu bekerja, namun belum memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan, diberi kesempatan sampai dengan tahun 2028 untuk memenuhi standar wajib profesi.

Baca Juga: Rekomendasi Resep Nasi Gurih, Pas Banget Buat Kuliner Kumpul Bareng Keluarga

Bila sampai waktu yang ditentukan tak kunujung memenuhi persyaratan, maka mereka akan dialihkan ke posisi administratif. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berada di tangan yang terlatih dan kompeten.

Dengan tenaga medis yang lebih terlatih dan siap menghadapi tantangan, RSUD Kota Bogor dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Ini adalah langkah nyata menuju pelayanan kesehatan yang berkualitas dan profesional," tegas Irawan, sapaan akrabnya.

Mentoring dan Pendampingan Memperkuat Kolaborasi

Irawan juga mengatakan bila RSUD Kota Bogor telah melakukan transformasi signifikan dalam sistem mentoring bagi tenaga medis baru. Kata dia, pendampingan akan memberikan banyak dampak positif bagi pelayanan.
Dimana akan terjalin hubungan yang erat antara tenaga medis senior dan junior. Selain itu, akan ada banyak pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibagikan. Adapun manfaat lain, yakni menciptakan lingkungan kerja yang lebih kohesif dan mendukung.

Baca Juga: Mengunyah Makanan Secara Perlahan Bisa Bantu Cegah Diabetes dan Jantung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X